3 Dosen Pendidikan Guru SD Universitas Muhammadiyah Bikin Aplikasi Cerita Anak

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah, Malang,Jawa Timur, membuat aplikasi Android bernama Cerita Anak. Mereka adalah Murtyas Galuh Danawati, Innany Mukhlishina, dan Arinta Rezty Wijayaningputri. Dok. Universitas Muhammadiyah Malang

    Tiga dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah, Malang,Jawa Timur, membuat aplikasi Android bernama Cerita Anak. Mereka adalah Murtyas Galuh Danawati, Innany Mukhlishina, dan Arinta Rezty Wijayaningputri. Dok. Universitas Muhammadiyah Malang

    TEMPO.CO, Malang - Tiga dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PGSD FKIP) Universitas Muhammadiyah, Malang, Jawa Timur, membuat aplikasi Android bernama Cerita Anak. Tiga dosen itu adalah Murtyas Galuh Danawati, sebagai ketua tim, bersama Innany Mukhlishina dan Arinta Rezty Wijayaningputri.

    Murtyas Galuh Danawati mengatakan, aplikasi Cerita Anak sudah diperkenalkan melalui jumpa virtual kepada perwakilan guru dari delapan sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah, Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Setelah kami memperkenalkan kepada guru-guru, lalu aplikasinya kami tawarkan di Play Store agar bisa diakses oleh masyarakat," kata Murtyas pada Kamis, 16 September 2021.

    Murtyas mengatakan, pembuatan aplikasi Cerita Anak berawal dari penelitian dan pengabdian di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Malang. Murtyas dan kawan-kawan prihatin melihat keterbatasan media pembelajaran secara daring yang digunakan para siswa, terutama pelajar kelas enam.

    Aplikasi Cerita anak buatan tiga dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Dok. Universitas Muhammadiyah Malang

    Penggunaan media pembelajaran berbasis Android di sekolah-sekolah dasar itu belum sesuai kurikulum. Guru pun kesulitan menyediakan media pembelajaran cerita anak berbasis pendidikan karakter. Padahal, pemerintah sedang menggalakkan Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK. "Aplikasi Cerita Anak ini berusaha mengisi kekosongan tersebut," ujar Murtyas.

    Aplikasi Cerita Anak dapat diunduh di Play Store dan para siswa wajib mendaftarkan dulu. Siswa harus mengisi beberapa data, seperti nama, tanggal lahir, nomor induk siswa, asal sekolah, nama pengguna atau username, dan kata sandi alias password. Aplikasi Cerita Anak memiliki beberapa menu, seperti tes awal atau pretest, kurikulum, materi pelajaran, permainan Teka-teki Silang (TTS), evaluasi, hasil, dan umpan balik.

    Ada pula kumpulan cerita anak bermuatan pendidikan karakter yang mencakup nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Innany Mukhlishina menambahkan, penggunaan aplikasi sangat berguna untuk mengoptimalkan pembelajaran cerita anak yang berbasis teknologi digital, terutama mengoptimalkan pembelajaran tematik di masa pandemi Covid-19. Arinta Rezty Wijayaningputri mengatakan, menu dan fitur-fitur aplikasi Cerita Anak sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPP siswa kelas IV.

    Baca juga:
    Aplikasi Zoom Bakal Punya Fitur Terjemahan Real Time untuk 12 Bahasa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.