Lupakan Makanan Ini Bila Ingin Panjang Umur

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nugget. Pixabay

    Ilustrasi nugget. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski praktis dikonsumsi, kandungan makanan olahan tak selalu baik bagi tubuh. Katherine Zeratsky, ahli diet di Mayo Clinic, mengatakan makanan olahan tertentu memang kaya nutrisi namun tak sedikit pula yang justru lebih banyak mengandung kalori.

    “Secara nutrisi, makanan olahan minimal umumnya mengandung manfaat nutrisi yang serupa, vitamin, mineral, fitonutrien, dan serat, seperti yang terdapat dalam versi alami yang tidak diproses. Makanan ultraproses mungkin memiliki nutrisi alami atau tambahan. Namun, makanan ultraproses sering mengandung lebih banyak kalori daripada nutrisi," ucapnya.

    Lalu, makanan olahan seperti apa yang sebaiknya dihindari ini? Berikut beberapa di antaranya.

    Makanan ultraproses
    Berdasar sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Mayo Clinic Proceedings, banyak mengonsumsi makanan ultraproses (ultra-prosessed food/UPF) berkorelasi dengan semakin tingginya kematian. Adapun contoh makanan ultraproses di antaranya minuman ringan, sereal berperisa, pasta, mi instan, nugget, dan selai.

    Daging olahan
    Dikutip dari Mayo Clinic, terlalu sering mengonsumsi daging olahan, seperti sosis, ham, daging kaleng, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, terutama kanker usus besar, dan kematian dini.

    Gorengan
    Stephen Kopecky, ahli jantung di Mayo Clinic, berkata makan makanan yang digoreng setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 dan masalah jantung. Menurutnya, tubuh tidak dibuat untuk memakan gorengan.

    Makanan yang mengandung gula tambahan
    Dalam riset yang diterbitkan di Mayo Clinic Proceedings, dikatakan menghindari tambahan gula sangat penting untuk menjaga kesehatan.

    "Dari bukti sains dasar yang ada, data pengamatan, dan temuan uji klinis menunjukkan pengurangan konsumsi gula tambahan, terutama fruktosa tambahan, dapat mengurangi morbiditas terkait diabetes dan potensi kematian dini," tulis peneliti dalam kesimpulan riset tersebut.

    Baca juga: Kurangi Makanan Olahan Selama Pandemi Covid-19 dengan Cara Berikut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.