Mau Coba Usaha Angkringan, Perhatikan Juga Hal Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi angkirngan alias wedangan yang banyak terdapat di kota Solo dan Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    Ilustrasi angkirngan alias wedangan yang banyak terdapat di kota Solo dan Yogyakarta. Tempo/Tulus Wijanarko

    TEMPO.CO, Jakarta - Angkringan cocok buat yang baru memulai usaha makanan karena memiliki potensi yang menjanjikan. Usaha bisnis makanan dan minuman menjadi kebutuhan primer yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, angkringan juga menawarkan makanan dengan harga yang terjangkau dan menjadi tempat orang-orang berkumpul dengan keluarga dan teman.

    Oleh karena itu, jika ingin memulai bisnis dan memiliki modal terbatas, usaha angkringan dapat menjadi ide. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan.

    Pilih lokasi strategis
    Pilih lokasi yang sesuai dengan target pasar. Anda dapat membuka angkringan di pasar, dekat kampus atau lingkungan mahasiswa, tempat wisata, pemukiman, mudah terlihat, dan memiliki parkiran.

    Buat konsep unik
    Anda dapat membuat konsep, baik dari segi tempat dan makanan, sebagai ciri khas angkringan Anda. Hal ini meliputi konsep angkringan dengan desain yang modern ataupun menu unik dan mengkombinasikan menu tradisional dan modern.

    Maksimalkan pelayanan
    Dengan memberikan pelayan terbaik, para konsumen dapat kembali ke angkringan Anda dan mengajak keluarga atau teman, atau merekomendasikan ke orang lain.

    Promosi lewat media sosial
    Selain promosi dari mulut ke mulut, Anda juga perlu mempromosikan lewat media sosial. Anda perlu mengikuti perkembangan zaman agar dapat lebih banyak menarik konsumen.

    Tambahkan layanan pesan antar
    Dengan menambahkan layanan pesan antar maka dapat membantu memasarkan angkringan dan menambah konsumen.

    Jaga kenyamanan
    Pastikan angkringan memiliki tempat nyaman dan menjaga kebersihan dengan baik. Dengan ini, maka angkringan akan lebih dinikmati oleh pelanggan dan membuat mereka ingin kembali lagi.

    Dilansir dari Investasiuntung, untuk modalnya Anda perlu menyipakan gerobak, tikar, kursi, meja, peralatan makan, nampan, dan lain-lain. Diperkirakan Anda butuh modal sebesar Rp 1,62 juta. Kemudian, untuk biaya operasional dan bumbu-bumbu makanan, diperkiraan perlu biaya Rp 251.400 setiap hari atau sebesar Rp 8.442.000 setiap bulan.

    Dalam perhitungan omzet, jika memiliki pelanggan sebanyak 100 orang setiap hari dengan membeli makanan rata-rata Rp 1.500 dan minuman Rp 2.000, maka Anda dalam satu bulan memiliki omzet sebesar Rp 10,5 juta. Jika dihitung, dengan omzet yang dikurangi dengan biaya operasional dan bumbu makanan, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2 jutaan.

    Jika para pelanggan membeli makanan lebih dari satu, tentu keuntungan yang diperoleh cenderung lebih banyak. Oleh karena itu, opsi berbisnis angkringan cukup menjanjikan. Namun, pastikan terus meningkatkan layanan dan melakukan riset. Dengan ini, maka usaha akan terus mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal.

    Baca juga: 9 Ide Usaha Layak Coba setelah Pensiun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.