Tetap Prokes, Jangan Semberono Naik Transportasi Umum

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah calon penumpang KRL mengantre di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 26 Juli 2021. PT KAI Commuter Line masih memberlakukan pengetatan kepada para penumpangnya mulai  26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021, pengetatan ini berbarengan dengan keputusan pemerintah yang kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Sejumlah calon penumpang KRL mengantre di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 26 Juli 2021. PT KAI Commuter Line masih memberlakukan pengetatan kepada para penumpangnya mulai 26 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021, pengetatan ini berbarengan dengan keputusan pemerintah yang kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Untuk dapat senantiasa aman saat berada di transportasi umum selama pandemi, penumpang harus selalu waspada dengan cara menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Pasalnya dalam penyebaran Covid-19, transportasi umum, kantor dan restoran memiliki potensi.

    Seperti dilansir dari www.kemkes.go.id sebagai salah satu dari tiga ruang publik yang berkemungkinan menjadi kelompok baru penyebaran Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan Prokes ketika menggunakan transportasi umum.

    Melalui Reisa Broto Asmoro selaku Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan ada 7 Prokes yang masyarakat harus patuhi ketika berada di transportasi umum. Di antara ketujuh Prokes yang dirumuskan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan tersebut ialah:

    1. Sebelum menggunakan transportasi umum pastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat. Sebab apabila Anda merasa sedang kurang sehat maka sebaiknya tetap di rumah saja.
    2. Lebih baik untuk menggunakan transportasi umum yang jumlah penumpangnya terbatas.
    3. Ingat untuk senantiasa memakai masker.
    4. Rutin bersihkan tangan dengan handsanitaizer atau mencucinya secara rutin untuk menjaga kebersihan tangan.
    5. Usahakan untuk tidak menyentuh mata, hidung dan mulut Anda.
    6. Disiplin diri dengan selalu menjaga jarak fisik.
    7. Ketika Anda menaiki transportasi umum yang penumpangnya padat, selain memakai masker direkomendasikan juga untuk menggunakan faceshield sebagai perlindungan tambahan.

    Lebih lanjut melansir dari corona.jakarta.go.id berikut adalah tips yang bisa Anda terapkan saat akan menggunakan transpotrasi umum.

    Pertama, pastikan Anda memakai masker dengan baik dan benar yaitu menutupi area hidung dan mulut. Jangan menurunkan masker ke dagu apalagi membukanya.

    Kedua, usahakan untuk tidak berbicara baik itu langsung ataupun melalui ponsel sepanjang Anda berada di dalam transportasi umum.

    Ketiga, senantiasa menjaga jarak dengan penumpang lainnya saat menggunakan transportasi umum. agar tidak berdesakan, Anda bisa memilih jam yang tidak banyak penumpangnya dengan menghindari waktu berangkat atau pulang kerja.

    Keempat, jaga kerbersihan sebelum dan sesudah Anda menggunakan transportasi umum dengan mencuci tangan di air mengalir atau menggunakan handsanitaizer yang tersedia di halte transportasi umum. Usahakan juga untuk tidak menyentuh permukaan benda yang biasa disentuh orang lain.

    Kelima, menggunakan jaket dengan penutup kepala atau pakaian tertutup lain sebagai perlindungan untuk menghindari Covid-19.

    Selama menggunakan transportasi umum sudah seharusnya Anda mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjaga keselamatan Anda serta orang lain agar terhindar dari penyebaran dan paparan Covid-19.

    PUSPITA AMANDA SARI

    Baca: Epidemiolog: Kapasitas Penumpang Transportasi Publik 100 Persen Riskan

    #Jagajarak #Pakaimasker #Cucitangan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.