Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Apa Itu Sosiopat? Kenali Karakteristiknya

Reporter

image-gnews
Ilustrasi berbohong. Shutterstock
Ilustrasi berbohong. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sosiopat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Orang dengan ASPD tidak dapat memahami perasaan orang lain. Mereka akan sering melanggar aturan atau membuat keputusan impulsif tanpa merasa bersalah atas bahaya yang ditimbulkannya.

Dikutip dari laman resmi healthline, orang dengan ASPD juga dapat menggunakan "permainan pikiran" untuk mengontrol teman, anggota keluarga, rekan kerja, dan bahkan orang asing. Mereka juga dapat dianggap karismatik atau menawan.

Sosiopat kurang mampu bersosialisasi. Mereka tidak tertarik terhadap siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Seorang sosiopat sering menyalahkan orang lain dan memiliki alasan untuk perilaku mereka.

Beberapa ahli melihat sosiopat sebagai "berkepala panas." Mereka bertindak tanpa berpikir bagaimana orang lain akan terpengaruh.

ASPD adalah bagian dari kategori gangguan kepribadian yang ditandai dengan perilaku negatif yang persisten.

Edisi baru Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mengatakan bahwa seseorang dengan ASPD secara konsisten menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap perasaan orang lain atau pelanggaran hak orang lain. Orang dengan ASPD mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki perilaku ini. Mereka mungkin menjalani seluruh hidup mereka tanpa diagnosis.

Untuk menerima diagnosis ASPD, seseorang harus berusia lebih dari 18 tahun. Perilaku mereka harus menunjukkan pola setidaknya tiga dari tujuh ciri berikut:

  • Tidak menghormati norma atau hukum sosial.
  • Berbohong, menipu orang lain, menggunakan identitas atau nama panggilan palsu, dan menggunakan orang lain untuk keuntungan pribadi.
  • Tidak membuat rencana jangka panjang. Mereka juga sering berperilaku tanpa memikirkan konsekuensinya.
  • Menunjukkan perilaku agresif, seperti secara konsisten terlibat perkelahian atau menyakiti orang lain secara fisik.
  • Tidak mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau keselamatan orang lain.
  • Tidak menindaklanjuti tanggung jawab pribadi atau profesional.
  • Tidak merasa bersalah atau menyesal karena telah menyakiti atau menganiaya orang lain.

Dikutip dari laman resmi WebMD, Seorang sosiopat biasanya masih memiliki hati nurani, tetapi lemah. Mereka mungkin tahu bahwa mengambil uang Anda adalah salah, dan mereka mungkin merasa bersalah atau menyesal, tetapi itu tidak akan menghentikan perilaku mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Aaron Kipnis, penulis The Midas Complex mengatakan sosiopat tidak memiliki empati, kemampuan untuk berdiri di sepatu orang lain dan memahami bagaimana perasaan mereka. Seseorang dengan tipe kepribadian ini melihat orang lain sebagai objek yang dapat dia gunakan untuk keuntungannya sendiri.

Dalam film dan acara TV, psikopat dan sosiopat biasanya penjahat yang membunuh atau menyiksa orang yang tidak bersalah. Dalam kehidupan nyata, beberapa orang dengan gangguan kepribadian antisosial bisa melakukan kekerasan, tetapi sebagian besar tidak. Sebaliknya mereka menggunakan manipulasi dan perilaku sembrono untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Penting untuk disadari bahwa orang memiliki banyak ciri kepribadian. Seseorang mungkin menunjukkan keegoisan atau bertindak agresif, tetapi itu tidak berarti mereka adalah sosiopat. Karena banyak orang yang memiliki ASPD tidak mengenali sifat-sifat ini sebagai masalah, mengawasi pola perilaku yang konsisten mungkin diperlukan.

Baca: Perbedaan Psikopat dan Sosiopat, Keduanya Memiliki Empati yang Lemah

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

WILDA HASANAH | EK

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik Rentan Alami Depresi

17 hari lalu

Ilustrasi depresi. Shutterstock
Penderita Gangguan Kepribadian Narsistik Rentan Alami Depresi

Psikiater mengatakan penderita gangguan kepribadian narsistik dapat mengalami komplikasi berupa gangguan kejiwaan seperti depresi.


Psikiater Ungkap Ciri dan Faktor Gangguan Kepribadian Narsistik

18 hari lalu

Ilustrasi anak narsis atau foto selfie. shutterstock.com
Psikiater Ungkap Ciri dan Faktor Gangguan Kepribadian Narsistik

Gangguan narsistik yaitu gangguan kepribadian di mana penderitanya merasa paling penting dibanding orang lain. Cek ciri dan pemicunya.


Survei: 50 Persen Laki-laki Enggan Mengungkapkan Perasaan karena Takut Dicap Lemah

19 hari lalu

ilustrasi pria sedang berbincang-bincang dengan temannya (Pixabay.com)
Survei: 50 Persen Laki-laki Enggan Mengungkapkan Perasaan karena Takut Dicap Lemah

Survei menemukan fakta sekitar separuh laki-laki responden takut mengungkapkan masalah atau perasaan karena khawatir dicap lemah.


Remaja di Cina Telepon Pacar Lebih 100 Kali Sehari, Ini Penjelasan BPD atau Otak Cinta

30 hari lalu

Ilustrasi wanita depresi menggenggam ponsel. shutterstock.com
Remaja di Cina Telepon Pacar Lebih 100 Kali Sehari, Ini Penjelasan BPD atau Otak Cinta

Remaja perempuan di Cina mengalami gangguan kepribadian otak cinta atau BPD terhadap kekasihnya hingga bisa menelepon lebih 100 kali dalam sehari.


Telepon Pacar sampai 100 Kali Sehari terjadi di Cina, Gangguan Kepribadian Apa yang Dialami Xiaoyu?

30 hari lalu

Ilustrasi wanita depresi menggenggam ponsel. shutterstock.com
Telepon Pacar sampai 100 Kali Sehari terjadi di Cina, Gangguan Kepribadian Apa yang Dialami Xiaoyu?

Remaja di Cina mengalami gangguan kepribadian borderline personality disorder (BPD) atau otak cinta. Ia menelepon pacarnya sampai 100 kali sehari.


5 Cara Menghilangkah Sifat Toxic

47 hari lalu

Ilustrasi orang tua dan anak. Freepik.com
5 Cara Menghilangkah Sifat Toxic

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu seseorang menyembuhkan sifat toxic.


Tanda-tanda Kucing Stres yang Perlu Anda Ketahui

22 Maret 2024

Ilustrasi kucing. Sumber: Unsplash/asiaone.com
Tanda-tanda Kucing Stres yang Perlu Anda Ketahui

Penting untuk memperhatikan tanda-tanda kucing stres dan mengambil tindakan yang sesuai untuk membantu hewan peliharaan Anda.


Kemanusiaan Dalam Proses Pendidikan, Belajar Gaya Antropomorfisme dan Empati

21 Maret 2024

Seorang wanita memeriksa tanaman anggrek di atap rumahnya di kawasan Matraman, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2022. Pemanfaatan atap rumah (rooftop) menjadi solusi untuk bercocok tanam di tengah minimnya lahan terbuka di Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Kemanusiaan Dalam Proses Pendidikan, Belajar Gaya Antropomorfisme dan Empati

Mickey Mouse atau dalam bentuk objek mati yang dihidupkan seperti buku cerita yang berbicara merupakan satu contoh antropomorfisme dan empati.


Mengenal Antropomorfisme, Sifat Manusia yang Memberikan Empati ke Sekitarnya

19 Maret 2024

Ilustrasi berkebun. Freepik.com/Senivpetro
Mengenal Antropomorfisme, Sifat Manusia yang Memberikan Empati ke Sekitarnya

Antropomorfisme memiliki arti pengenalan ciri-ciri manusia hingga empati kepada binatang, tumbuh-tumbuhan, atau benda mati.


Pekerja Pria Jepang Uji Coba Simulasi Nyeri Haid: Saya Tidak Bisa Bergerak!

8 Maret 2024

Ekspresi Masaya Shibasaki, seorang karyawan EXEO Group Inc., saat mencoba perangkat listrik VR yang dikembangkan Osaka Heart Cool 'Perionoid' yang melepaskan rangsangan listrik yang terasa seperti mengalami nyeri haid pada wanita selama lokakarya menjelang Hari Perempuan Internasional di kantor pusat perusahaan di Tokyo, Jepang 7 Maret 2024. REUTERS/Issei Kato
Pekerja Pria Jepang Uji Coba Simulasi Nyeri Haid: Saya Tidak Bisa Bergerak!

Ini sebagai bagian dari inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan empati terhadap rekan kerja perempuan Jepang menjelang Hari Perempuan Internasional