Serial Halo: Konflik Antara Manusia dan Alien di Abad ke-26

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita

    INFO GAYA – Suatu hari, Planet Matrigal diserang dengan tiba-tiba. Tak kurang 150 masyarakat sipil tewas dan puluhan prajurit gugur. Kwan Ha, perempuan muda penduduk Planet Matrigal-lah yang pertama memergoki kedatangan musuh asing tersebut, mahluk yang tak dikenal oleh mereka. “Demi Tuhan, mahluk apa itu?” ujar ayah Kwan Ha yang juga dibuat kaget saat berhadapan dengan serangan mendadak itu. Ternyata, mahluk asing yang lebih tepat disebut alien itu berasal dari sebuah kapal angkasa (Phantom) milik Covenant.

    Di tengah pertempuran sengit itu, beruntung, muncul sebuah kapal UNSC (United Nations Space Command) yang menerjunkan para spartan atau pasukan militer yang segera menyelamatkan penduduk sipil yang mulai kewalahan. Begitulah kisah pembuka yang bisa disaksikan pada mini seri Halo, yang disiarkan perdana dan serentak pada Jumat, 25 Maret 2022.

    Episode pertama bertajuk Contact berdurasi 56 menit itu juga bisa disaksikan secara eksklusif di Mola, bagi para penggemarnya di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Silakan klik disini. Steven Spielberg melalui rumah produksinya Amblin Television andil sebagai eksekutif produser, meski tak terlibat langsung dalam proses kreatifnya.

    Ya. Mini seri Halo bukan cerita yang asing bagi para pemain video game “Halo”, karena kisah yang diangkat ke layar televisi ini yang menggambarkan kehidupan di tahun 2552 diilhami dari game tersebut. Tepatnya, lahir dari video game ikonik Xbox(R) yang populer dengan nama sama Halo dan kemudian diadaptasi menjadi film serial televisi produksi Paramount+, Amerika Serikat.

    Serial dengan genre laga, petualangan, fiksi ilmiah dengan total sembilan episode ini menyuguhkan cerita utama tentang pertempuran tiada akhir antara koloni manusia UNSC melawan para alien yang disebut Covenant. Planet Matrigal, yang muncul dalam episode pertama ini bukanlah satu-satunya lokasi yang ditampilkan. Penonton masih akan dibawa berkelana ke beberapa planet lainnya, yang juga menjadi bagian dari cerita Halo yang akan tayang setiap Jumat di Mola.

    Selain Madrigal, penonton akan dibawa menuju Planet Reach, The Rubble, dan Planet High Charity. Dalam episode pertama, penonton dikenalkan pula dengan sebuah lokasi penting Holy City of the Covenant atau ibu kota berjalan dari bangsa alien Covenant yang dipimpin oleh alien Prophet, bersama kaki tangannya bernama Makee, yang ternyata seorang manusia.

    Sedangkan Planet Reach yang merupakan planet cukup penting di kisah Halo, digambarkan sebagai sebuah kota besar dan modern. Dalam game aslinya, Reach dikisahkan berada di sebuah sistem tata surya Epsilon Eridani, dan ditemukan pertama kali oleh manusia pada 2362.

    Dan sejak saat itu, Planet Reach menjadi koloni terbesar manusia selain bumi. Seperti yang terlihat di serialnya, dalam peperangan antara manusia dan alien Covenant, Reach menjadi pusat strategi UNSC yang memainkan peran penting di semestanya, di mana di dalamnya banyak orang-orang penting. Termasuk Dr. Halsey, yang memegang kendali koloni manusia di Inner Colonies.

    Dengan hadirnya keempat planet, hal ini menunjukkan bahwa penggarapan serial Halo berupaya  mendekati materi asli dari video gamenya. Meski berlangsung di Silver Timeline, serialnya tetap akan memperlihatkan berbagai lokasi penting yang berhubungan dengan UNSC, koloni manusia lainnya, dan bangsa alien Covenant. Selain itu, Paramount+ juga dikabarkan akan memproduksi episode-episode berikutnya dengan menggali lebih jauh mitologi Halo, di mana mungkin akan muncul lokasi penting lainnya yang tak kalah menarik.

    Film dengan produser Kyle Killen dan Steven Kane ini dibintangi oleh Pablo Schreiber sebagai karakter utama Petty Officer John-117 (Master Chief), Jen Taylor sebagai pengisi suara AI Cortana, Natascha McElhone, serta Yerin Ha. Pemain lainnya adalah Charlie Murphy, Shabana Azmi, Bokeem Woodbine, Kate Kennedy, Natasha Culzac, Bentley Kalu, dan banyak lagi.(*)


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.