Manfaat Antiperspirant dan Deodoran untuk Mengatasi Bau Badan

Ilustrasi berkeringat. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, Aceh mengeluarkan surat edaran tentang bau badan mahasiswa.  Belakangan surat edaran itu pun ramai dibicarakan di media sosial. Surat itu juga memuat beberapa poin untuk mahasiswa, salah satunya menggunakan antiperspiran atau antiperspirant.

Surat edaran dosen untuk mahasiswa itu memerinci imbauan dan tips untuk mengatasi bau badan. Dalam poin surat itu tidak dianjurkan pemakaian deodoran secara berlebihan, karena dianggap tak mengatasi masalah bau badan.

Perbedaan antiperspirant dan deodoran

Antiperspirant menyetop sementara keringat berlebihan supaya tubuh tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri yang menimbulkan bau badan. Berbeda dengan deodoran yang berguna untuk menghilangkan atau menyamarkan bau badan dengan wewangian.

Baca: Antiperspirant, Apakah Berguna untuk Mencegah Bau Badan?

Mengutip Ban Deodorant, antiperspirant sangat cocok digunakan orang yang keringatnya berlebihan. Antiperspirant sebaiknya dioleskan di lipatan tubuh, terkhusus ketiak pada malam. Sedangkan, deodoran cocok digunakan siapa untuk menekan bau badan tak sedap. Berbeda dengan antiperspirant, efek dari deodoran cenderung singkat.

Manfaat antiperspirant dan deodoran

Mengutip Healthline, setidaknya terdapat dua manfaat utama untuk menggunakan antiperspirant dan deodoran untuk mengurangi kelembapan dan bau badan.

1.  Mengurangi kelembapan

Keringat merupakan mekanisme tubuh untuk melepas panas agar tubuh terasa dingin. Salah satu bagian tubuh yang paling banyak mengeluarkan keringat bagian ketiak. Antiperspirant dan deodoran bermanfaat untuk mengurangi kelembapan di bagian lipatan tubuh, sehingga mencegah timbulnya bau badan.

2. Mengurangi bau badan

Keringat berlebih dan kelembapan tak terurus di tubuh menyebabkan bau badan tak sedap yang menyengat. Bau badan ini muncul ketika keringat dari kelenjar apokrin di ketiak terurai oleh bakteri. Antiperspirant dan deodoran berguna mengurangi perkembangan bakteri untuk meminimalisasi bau badan.

Apakah penggunaan antiperspirant ada risikonya?

Mengutip Healthline, formula antiperspirant memiliki kandungan utama aluminium yang secara kimiawi akan mencegah keringat. Namun, belum ditemukan adanya hubungan signifikan antara peningkatan risiko kanker payudara dan antiperspirant. Apalagi mengingat penggunaannya di ketiak yang dekat payudara. Walaupun, masih perlu penelitian lanjutan untuk mempelajari lebih dalam hubungan dua variabel itu.

Menurut American Cancer Society, belum ditemukan hubungan jelas secara saintifik antara kanker dan kandungan aluminium. Sebab, hanya sejumlah kecil aluminium dalam antriperspirant yang terserap ke tubuh. 

 

Baca: Apakah Bau Badan Menandakan Masalah Kesehatan?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Puluhan Mahasiswa Unesa Magang Setahun di Bandara Internasional Tokyo

3 hari lalu

Puluhan Mahasiswa Unesa Magang Setahun di Bandara Internasional Tokyo

Sebanyak 29 mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Jepang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengikuti program magang di Bandara Internasional Tokyo


Dekan Fakultas Keolahragaan UNS Disomasi MWA, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo

4 hari lalu

Dekan Fakultas Keolahragaan UNS Disomasi MWA, Ratusan Mahasiswa Gelar Demo

Mengapa mahasiswa UNS protes somasi MWA terhadap dekan?


Aplikasi Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan di WA, Polisi Tangkap Mahasiswa

4 hari lalu

Aplikasi Penipuan Berkedok Undangan Pernikahan di WA, Polisi Tangkap Mahasiswa

Seorang mahasiswa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menjadi tersangka pembuat satu di antara file aplikasi yang sedang meresahkan di medsos.


Tak Lolos KIP Kuliah, Ratusan Mahasiswa Unand Terancam Berhenti Kuliah

4 hari lalu

Tak Lolos KIP Kuliah, Ratusan Mahasiswa Unand Terancam Berhenti Kuliah

Sekitar 500 mahasiswa jalur mandiri Universitas Andalas (Unand) dikabarkan tidak lolos Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).


Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

7 hari lalu

Dituduh Tabrak Mahasiswa hingga Tewas, Apa Bedanya Audi A6 dan A8?

Audi A6 dan A8 memang memiliki desain yang cukup mirip. Lalu apa bedanya mobil mewah tersebut, yang diduga menabrak mahasiswa Cianjur?


Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

7 hari lalu

Mahasiswa Widyatama Bandung Bikin Aplikasi, Hubungkan Warga dan Bank Sampah

Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung mengembangkan aplikasi digital Sistem Logistik Pengelolaan Sampah Anorganik bernama 'Teman Ubah'.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

10 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

10 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

11 hari lalu

Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

Dua dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan meraih predikat "Asia Top 10.000 Scientists".


Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

11 hari lalu

Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa mobil yang menabrak mahasiswa itu bukan karena konvoi polisi.