Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bahaya Lilin Aromaterapi bagi Kesehatan

Reporter

image-gnews
Ilustrasi lilin aromaterapi (pixabay.com)
Ilustrasi lilin aromaterapi (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mendengarkan musik, minum teh, dan menyalakan lilin aromaterapi dengan wewangian tertentu menjadi cara banyak orang untuk menenangkan pikiran usai menghadapi hari yang penuh stres. Menurut spesialis paru-paru sekaligus direktur medis departemen layanan terapi pernapasan di Bridgeport Hospital, Kavitha Gopalratnam, lilin saat dibakar melepaskan karbon monoksida, jelaga, dan senyawa kimia ke udara, termasuk toluen dan benzena.

"Benzena (salah satu racun yang dikeluarkan saat merokok) tidak ramah bagi kesehatan. Benzena adalah bahan kimia industri yang memiliki asosiasi karsinogenik (terkait kanker)," kata Gopalratnam, seperti dikutip dari Livestrong.

Meskipun Asosiasi Kanker Nasional di Amerika Serikat menyatakan paparan benzena meningkatkan risiko leukemia dan kelainan darah, hubungan kausal antara penggunaan lilin dan kanker darah belum terbukti. Selain itu, jumlah benzena yang dipancarkan lilin jauh lebih rendah daripada yang dihasilkan asap rokok dan implikasi kesehatan akibat membakar lilin tergantung pada individu.

"Orang dengan penyakit paru-paru yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, memiliki risiko sedikit lebih besar dan harus lebih berhati-hati," jelas Gopalratnam.

Ia mencatat dalam kasus ekstrem asap lilin aromaterapi dapat menyebabkan serangan asma parah. Reaksi ini lebih sering terjadi pada anak-anak karena asapnya bisa lebih buruk. Sementara itu, toluene sering dikaitkan dengan asap yang dikeluarkan dari pengencer cat dan dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan kulit. 

Senyawa ini juga dapat menyebabkan gangguan terkait pernapasan bagi yang cenderung mengalami masalah pernapasan. Tergantung pada tingkat paparan, toluene dapat menyebabkan kelelahan, kebingungan, pusing, sakit kepala, kecemasan, insomnia, serta merusak ginjal, hati, dan saraf, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Jadi, apakah lilin beraroma buruk bagi kesehatan? Sejauh ini belum ada penelitian yang cukup untuk menunjukkan apakah lilin beraroma beracun. Tetapi, benda ini cenderung mengandung senyawa organik yang mudah menguap seperti formaldehida.

Sebuah studi pada Januari 2023 di BMC Public Health menemukan hampir seperempat mahasiswa yang menggunakan lilin aromaterapi melaporkan masalah kesehatan, termasuk sakit kepala, sesak napas, dan batuk. Paparan lilin aromaterapi selama satu jam atau lebih dikaitkan dengan insiden yang lebih tinggi terjadinya sakit kepala, bersin, dan mengi.

Selain itu, sebuah tinjauan pada Oktober 2019 dalam Cancer Prevention Research menunjukkan senyawa aromatik yang dipancarkan saat membakar lilin beraroma dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kandung kemih. Lalu, apakah lebih baik jika wewangiannya berasal dari minyak esensial, daripada parfum buatan pabrik?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Beberapa penelitian mengisyaratkan aroma yang muncul secara alami mungkin aman sedangkan bahan sintetis apapun mungkin sedikit lebih berbahaya," papar Gopalratnam.

Selain itu, periksa sumbu lilin dan hindari sumbu berwarna atau metalik karena dapat mengandung bahan kimia beracun dan menyebabkan risiko kesehatan. Sumbu kapas, kertas, atau kayu yang tidak diwarnai adalah pilihan yang lebih aman.

Tips aman
Bagi yang tetap ingin menyalakan lilin beraroma di rumah, ada sejumlah tips yang bisa dilakukan agar kesehatan tetap terjaga. Salah satunya meningkatkan aliran udara.

"Apapun jenis lilin yang dibakar, beberapa asap masih bisa dilepaskan ke udara. Jadi, taruh lilin yang menyala di ruangan yang berventilasi baik," tutur Gopalratnam.

Buka jendela atau pintu untuk ventilasi. Jika meletakkan lilin di kamar mandi maka nyalakan kipas angin. Tips lain yakni menempatkan lilin setidaknya sekitar 30 cm dari benda apapun yang dapat terbakar. Sebaiknya keluarkan lilin dari kamar sebelum tidur. Jangan pula meniup lilin untuk mematikan api karena dapat menghasilkan lebih banyak asap yang dapat membuang lebih banyak jelaga ke udara.

"Gunakan snuffer untuk memadamkan api sebagai gantinya," ujar Gopalratnam.

Terakhir, waspadai gejala reaksi alergi atau iritasi pernapasan akibat menghirup asap lilin, termasuk mata atau hidung gatal, hidung berair dan bersin. Jika tanda ini muncul maka matikan lilin.

Pilihan Editor: Tips buat yang Ingin Jualan Lilin Aromaterapi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Panitia Kembali Diimbau Tak Bagikan Daging Kurban dalam Kantong Plastik Hitam

13 jam lalu

Pembagian daging kurban menggunakan besek, wadah yang dianggap lebih ramah lingkungan dalam kampanye Eco Qurban Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Doc. Istimewa /DLH DKI Jakarta
Panitia Kembali Diimbau Tak Bagikan Daging Kurban dalam Kantong Plastik Hitam

Panitia kurban dan masyarakat tidak membagikan daging kurban memakai kantong plastik hitam karena kantong tersebut berasal dari daur ulang plastik.


Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

4 hari lalu

ilustrasi stres (pixabay.com)
Pakar Sebut Pengaruh Stres pada Jantung dan Pernapasan

Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan, termasuk jantung dan pernapasan.


Inilah Produk yang Tidak Perlu Sertifikasi Halal

12 hari lalu

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Halal (BPJH) Kementerian Agama melakukan pemasangan plang sertifikasi halal dan stiker zona khas di ruko pedagang makanan laut di Pasar Kuliner Ujung, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 8 Mei 2024 malam. TEMPO/Desty Luthfiani
Inilah Produk yang Tidak Perlu Sertifikasi Halal

Tidak semua produk atau bahan yang beredar dikenai kewajiban sertifikasi halal.


Ini Bahaya Sleep Apnea yang Sering Disepelekan

34 hari lalu

Ilustrasi tidur siang. Pexels/Ketut Subiyanto
Ini Bahaya Sleep Apnea yang Sering Disepelekan

Sleep apnea adalah suatu kondisi yang menyebabkan orang berhenti bernapas secara berkala saat mereka sedang tidur.


5 Teknik Pernapasan untuk Mempermudah Tidur pada Malam Hari

48 hari lalu

Ilustrasi perempuan tidur. Foto: Freepik.com
5 Teknik Pernapasan untuk Mempermudah Tidur pada Malam Hari

Berikut beberapa teknik pernapasan yang dapat Anda praktikkan untuk memeprmudah tidur pada malam hari


Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

53 hari lalu

Konferensi pers kandungan racun dalam pelet plastik daur ulang yang dilakukan Ecoton di Gresik, Jawa Timur, Selasa, 23 April 2024. TEMPO/Nur Hadi
Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

Proyek penelitian di 13 negara ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahan kimia berbahaya dalam plastik daur ulang


Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Meredakan Stres dan Kecemasan, Begini Caranya

7 April 2024

Ilustrasi wanita berlatih yoga. shutterstock.com
Teknik Pernapasan 4-7-8 untuk Meredakan Stres dan Kecemasan, Begini Caranya

Berikut cara melakukan teknik pernapasan 4-7-8 untuk membantu meredakan stres dan mengurangi kecemasan. Bagaimana tahapannya?


Mengenal Tetrodotoxin, Racun Berbahaya pada Ikan Buntal

10 Maret 2024

Ikan buntal. telegraph.co.uk
Mengenal Tetrodotoxin, Racun Berbahaya pada Ikan Buntal

Tidak hanya pada ikan buntal, tetrodotoxin juga ada pada katak, guritam, dan amfibi.


Pacar Tamara Tyasmara Berdalih Benamkan Kepala Dante 12 Kali untuk Latihan Pernapasan

12 Februari 2024

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wira Satya Triputra (tengah) di TPU Jeruk Purut, Cilandak, Jakarta Selatan usai ekshumasi makam anak artis Tamara Tyasmara pada Selasa, 6 Februari  2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
Pacar Tamara Tyasmara Berdalih Benamkan Kepala Dante 12 Kali untuk Latihan Pernapasan

Wira menjelaskan alasan pacar Tamara Tyasmara membenamkan kepala Dante ke dalam air adalah untuk berlatih pernapasan


Jelang Imlek, Etnis Tionghoa Mandi dan Ibadah di Sumur 7 Vihara Gayatri Cilangkap Depok

9 Februari 2024

Sejumlah pemain naga menampilkan pertunjukan atraksi seni Liong di kawasan pasar kuliner Pecinan Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 8 Februari 2024. Pertunjukan berbagai macam seni seperti liong, barongsai, musik tradisional China, tari topeng Bian Lian yang diinisiasi oleh paguyuban seni budaya Semawis Pecinan Kota Semarang tersebut untuk memeriahkan dan menyambut Tahun Baru Imlek 2575 Mu Long Nian (Tahun Naga Kayu) sekaligus meningkatkan daya kunjung wisatawan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Jelang Imlek, Etnis Tionghoa Mandi dan Ibadah di Sumur 7 Vihara Gayatri Cilangkap Depok

Jelang perayaan Imlek 2575 dan Cap Go Meh 2024, etnis Tionghoa di Indonesia beribadah dan mandi di Sumur 7 Vihara Gayatri Cilangkap di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok, Jumat, 9 Februari 2024.