Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pentingnya Kontrol Hipertensi agar Tak Picu Penyakit Ginjal

Reporter

image-gnews
Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)
Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan munculnya penyakit ginjal karena kondisi tersebut akan mempengaruhi kerusakan pada pembuluh darah ginjal. Begitu menurut Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), dr. Aida Lydia, PhD, Sp.PD-KGH. 

"Kalau hipertensi yang tidak terkontrol, itu tentu lama-lama bisa menyebabkan gangguan ginjal karena dia merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah ginjal," kata dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu dalam webinar "Hari Ginjal Sedunia 2023", Kamis, 9 Maret 2023.

Dia menjelaskan tekanan darah tinggi akan diteruskan ke pembuluh darah di seluruh organ. Dengan tekanan darah tinggi maka lama-kelamaan pembuluh darah bisa rusak, termasuk pembuluh darah di ginjal. Saat pembuluh darah ginjal terganggu maka lama-kelamaan juga dapat merusak ginjal.

"Hipertensi seperti ayam dan telur. Ada orang yang hipertensi dulu, tidak terkontrol, terus ginjalnya rusak. Ada orang yang ginjalnya dulu yang terganggu, kemudian juga menyebabkan hipertensi," jelas Aida.

Oleh sebab itu, Aida mengingatkan pentingnya menjaga tekanan darah agar selalu dalam kondisi normal. Apabila penderita hipertensi dianjurkan minum obat oleh dokter, tetap rutin minum obat. Menurut Aida, persepsi di masyarakat masih banyak yang beranggapan meminum obat hipertensi terus-menerus dapat merusak ginjal. Anggapan tersebut keliru. Sebetulnya, yang merusak ginjal adalah hipertensinya sendiri.

"Bukan obatnya yang menyebabkan ginjal rusak tetapi hipertensinya. Ini sering salah persepsi di kalangan awam," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Picu penyakit ginjal
Selain hipertensi, diabetes juga dapat memicu terjadinya penyakit ginjal karena kondisi diabetes juga dapat merusak pembuluh darah pada organ. Gula darah yang tinggi akan merusak sel-sel glomerulus yang berfungsi sebagai filtrasi atau penyaring darah.

"Kalau filtrasinya itu rusak maka terjadi kebocoran-kebocoran protein yang seharusnya tidak keluar di urine," ucap Aida.

Menurutnya, salah satu ciri fungsi ginjal sudah terganggu pada penderita diabetes yaitu urine yang keluar biasanya berbusa. Kemudian, apabila diperiksa lebih lanjut, protein yang terkandung di dalam urine juga banyak. Kondisi ini akan merusak sel-sel ginjal lebih lanjut.

Untuk dapat mengetahui dan memastikan fungsi ginjal, Aida mengatakan perlu juga dilakukan serangkaian pemeriksaan urine dan darah. Pada pemeriksaan urine, dokter akan memastikan apakah ada kebocoran albumin atau protein dalam jumlah yang berlebih dan secara terus-menerus serta menganalisa apakah ada sel darah merah yang keluar berlebihan. Pada pemeriksaan darah akan dilakukan pemeriksaan nilai ureum dan kreatinin, terutama kreatinin untuk bisa mendapatkan perkiraan laju glomerulus.

Pilihan Editor: Bahaya Kelebihan Asupan Protein bagi Ginjal

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Makan Daging Kambing Berisiko Tinggi Hipertensi? Pakar Gizi Beri Jawaban

18 menit lalu

Resep sop kambing sehat. Dok. Quest Hotel Darmo Surabaya
Makan Daging Kambing Berisiko Tinggi Hipertensi? Pakar Gizi Beri Jawaban

Ada mitos makan daging kambing dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi dengan cepat. Ahli gizi pun memberi penjelasan.


Tips Aman Makan Daging Kambing buat Penderita Hipertensi dari Spesialis Penyakit Dalam

12 jam lalu

Tongseng Kambing. bango.co.id
Tips Aman Makan Daging Kambing buat Penderita Hipertensi dari Spesialis Penyakit Dalam

Dokter mengatakan penderita hipertensi tetap boleh mengonsumsi daging kambing tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit dan lebih hati-hati.


Tekan Penyakit Diabetes Melitus, Ini Langkah Agar Kadar Gula Terkontrol

22 jam lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Tekan Penyakit Diabetes Melitus, Ini Langkah Agar Kadar Gula Terkontrol

Pentingnya edukasi terhadap masyarakat terkait penyakit diabetes sehingga mudah dalam penanganannya.


Pakar Sebut Perlunya Edukasi Diabetes agar Penanganan Lebih Mudah

1 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Pakar Sebut Perlunya Edukasi Diabetes agar Penanganan Lebih Mudah

Pakar mengatakan pentingnya edukasi terkait diabetes sehingga mudah dalam penanganan. Berikut yang perlu diperhatikan.


Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

Penyakit pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah


Inilah Daftar Orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Madu

6 hari lalu

Ilustrasi madu. Freepik.com
Inilah Daftar Orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Madu

Meskipun memiliki reputasi sebagai superfood, tidak semua orang boleh mengonsumsi madu. Siapa saja mereka?


Pakar Sebut Kaitan Kesehatan Mulut dengan Serangan Jantung dan Stroke

7 hari lalu

Ilustrasi wanita menyikat gigi. Foto: Unsplash.com/Diana Polekhina
Pakar Sebut Kaitan Kesehatan Mulut dengan Serangan Jantung dan Stroke

Malas menjaga kesehatan mulut dan gigi bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selanjutnya menambah risiko serangan jantung dan stroke.


Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

11 hari lalu

Ilustrasi kanker prostat. Parentsafrica.com
Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

Pada usia di atas 55 tahun biasanya pria sudah mengalami masalah gangguan kencing sehingga bisa menyebabkan masalah prostat.


Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

11 hari lalu

Batu ginjal.
Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

Urolog mengatakan pola hidup sedentari dan obesitas bisa menjadi pemicu timbulnya batu ginjal karena kurang bergerak.


Begini Penjelasan Penderita Diabetes Mudah Lapar

15 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Begini Penjelasan Penderita Diabetes Mudah Lapar

Penderita diabetes mudah lapar karena perubahan fungsi insulin.