Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pentingnya Rutin Kontrol Ginjal Bayi Prematur dan BBLR

Reporter

image-gnews
Ilustrasi bayi prematur dalam inkubator. shutterstock.com
Ilustrasi bayi prematur dalam inkubator. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis anak Henny Adriani Puspitasari mengingatkan orang tua yang memiliki bayi prematur dan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) untuk memeriksakan kondisi ginjal setidaknya sekali dalam setahun untuk mencegah penyakit ginjal di kemudian hari. Bayi prematur, apalagi lahir di bawah 32 minggu, dan BBLR terutama di bawah 2,5 kilogram, memiliki faktor risiko terjadinya gangguan ginjal. Biasanya, bayi-bayi dengan kondisi tersebut memiliki jumlah sel ginjal yang lebih sedikit daripada bayi normal.

"Jadi kalau punya anak (sendiri) atau saudara, tetangga, kalau dia masuk di golongan ini (prematur dan BBLR), tolong diingatkan untuk check up," kata dokter dari divisi nefrologi RSCM itu.

Selain itu, anak-anak yang memang mengalami kelainan ginjal bawaan juga jangan sampai tidak pernah melakukan kontrol. Misalnya, anak lahir dengan ginjal hanya satu. Henny mengatakan jangan sampai kondisi tersebut malah terjadi perburukan atau mengalami gagal ginjal di kemudian hari.

Gangguan ginjal pada anak
Menurut Henny, penyebab gangguan ginjal pada anak yang tersering karena ada gangguan struktural. Ini artinya bentuk ginjal dan saluran kemih dalam kondisi yang tidak normal serta biasanya merupakan bawaan dari lahir. Selain ginjal yang hanya satu, penyebab gangguan ginjal yang mungkin bisa terjadi juga termasuk ginjal yang kecil atau hipoplasia, struktur ginjal tidak normal atau displasia, hingga kelainan lain berupa sumbatan di saluran kemih.

"Kelainan-kelainan struktural atau congenital anomalies of kidney and urinary tract (Cakut) itu bisa terdeteksi secara antenatal. Artinya, waktu ibu-ibu hamil kemudian dilakukan USG oleh dokter obgin, jangan cuma tanya ini anaknya laki atau perempuan, tanya juga ginjalnya ada masalah atau tidak. Lalu, air ketubannya cukup atau tidak karena air ketuban itu adalah cerminan dari kemampuan janin untuk memproduksi air kencing," jelas Henny.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain gangguan struktural, penyebab paling sering gangguan ginjal pada anak yaitu sindrom nefrotik atau kebocoran protein ginjal dalam jumlah banyak dan glomerulonefritis atau peradangan di dalam ginjal. Penyebab ini biasanya terjadi pada anak di atas 6 tahun.

"Apakah tidak ada yang hipertensi atau diabetes melitus? Ada juga, jangan salah. Tapi memang proporsinya tidak sebanyak dua kelainan ini (gangguan struktural dan penyakit glomerular) untuk anak-anak," tandas Henny.

Pilihan Editor: Saat Manusia Meniru Kanguru Merawat Bayi Prematur

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Profil Richard H. Lawler, Dokter Pelopor Transplantasi Ginjal Pertama yang Dikritik Pendeta Katolik

13 jam lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Profil Richard H. Lawler, Dokter Pelopor Transplantasi Ginjal Pertama yang Dikritik Pendeta Katolik

Pada 1970 ia dinominasikan Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas perannya dalam transplantasi ginjal atau organ padat pertama dalam sejarah.


Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

Ilustrasi pneumonia. shutterstock.com
Pasien dengan Pneumonia Banyak Dirawat di Klinik Haji Makkah, Ini Penyebabnya

Penyakit pneumonia tetap menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah


Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

13 hari lalu

Ilustrasi kanker prostat. Parentsafrica.com
Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

Pada usia di atas 55 tahun biasanya pria sudah mengalami masalah gangguan kencing sehingga bisa menyebabkan masalah prostat.


Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

13 hari lalu

Batu ginjal.
Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

Urolog mengatakan pola hidup sedentari dan obesitas bisa menjadi pemicu timbulnya batu ginjal karena kurang bergerak.


Pakar Ungkap Penyebab Tangan Bengkak, Kapan Bisa Dianggap Hal Biasa dan Serius

14 hari lalu

Ilustrasi wanita memegang pergelangan tangan. Freepik.com
Pakar Ungkap Penyebab Tangan Bengkak, Kapan Bisa Dianggap Hal Biasa dan Serius

Ada penyebab tangan bengkak yang masuk kategori biasa dan wajar tapi ada pula yang mengindikasikan kondisi kesehatan serius.


Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

16 hari lalu

Batu ginjal.
Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Batu empedu dan batu ginjal adalah dua kondisi medis yang berbeda, meskipun keduanya melibatkan pembentukan kristal atau batu di dalam tubuh.


5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

22 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Ginjal merupakan anggota tubuh berperan penting. Mencegah penyakit ginjal amat penting karena organ ini berfungsi untuk menghilangkan racun di tubuh.


Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

23 hari lalu

Ilustrasi urine. Shutterstock
Kenali Warna Air Seni atau Urine Sebagai Tanda Ganngguan Ginjal

Penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada awalnya sehingga jarang diketahui. Tapi ada cara mudah mendeteksi dengan cek warna air seni.


Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

30 hari lalu

Petugas haji melakukan scan tubuh pada seorang jamaah haji saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatera Utara, 18 September 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi adanya virus MERS-CoV pada jamaah haji usai menunaikan ibadah haji 2016. ANTARA/Septianda Perdana
Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

Kemenkes minta jemaah haji mewaspadai virus MERS-CoV pada musim haji. Berikut gejalanya dan risiko terinfeksi virus ini.


Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

36 hari lalu

Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Prosedur yang dilakukan di NYU Langone Health di New York City melibatkan penggunaan babi yang gennya telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi mengandung molekul yang diketahui memicu penolakan segera. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS
Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

Seorang pria penerima transplantasi ginjal babi pertama di dunia meninggal setelah dua bulan operasi pencangkokan. Apa sebabnya?