Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Saran buat Generasi Z sebelum Masuk Dunia Kerja

Reporter

image-gnews
Ilustrasi Mencari Lowongan Kerja. Tempo/Tony Hartawan
Ilustrasi Mencari Lowongan Kerja. Tempo/Tony Hartawan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog dan pakar pengembangan sumber daya manusia Endang Retno Wardhani menyebut beberapa hal yang harus diketahui generasi Z atau gen Z  sebelum memasuki dunia kerja. Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi Z, terutama yang baru saja memasuki dunia kerja, sangat besar karena pandemi COVID-19 dapat membuat jarak dalam daya kompetensi gen Z dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

“Proses belajar atau training belum semua organisasi melihatnya sebagai isu penting,” kata psikolog yang akrab disapa Dhani ini dalam paparannya di acara “ZTalks Upskilling The Indonesian Modern Workforce” di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2023.

Oleh sebab itu, gen Z butuh dorongan untuk memperkuat literasi, terutama di bidang teknologi dan digital yang saat ini banyak digunakan. Untuk itu, gen Z dapat memilih bentuk atau jenis pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan kompetensi, terutama di bidang pekerjaan yang diinginkan.

Salah satu bentuk pembelajaran yang dapat dipilih adalah pelatihan berbasis digital yang saat ini cukup banyak tersedia di Indonesia. Hal ini sesuai karakter gen Z yang lebih senang sesuatu yang atraktif agar minat untuk mempelajari keahlian atau pengetahuan baru semakin meningkat. Motivasi gen Z untuk belajar pun akan semakin tinggi sehingga persyaratan masuk kerja yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

Selain itu, gen Z dapat mengakses informasi yang kredibel mengenai hal-hal yang diperlukan dalam persiapan kerja di masa mendatang, seperti informasi perusahaan tujuan, keahlian yang dibutuhkan pada perusahaan yang dituju, dan lainnya. Gen Z juga perlu mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing-masing agar sesuai kompetensi yang perusahaan butuhkan saat mereka melamar pekerjaan.

Jangan mager
Dhani juga mengingatkan agar gen Z jangan malas gerak. Terkadang, perasaan mager tersebut dapat menghambat untuk berkembang, salah satunya untuk mempelajari hal baru. Jika merasa mager, mereka dapat memanfaatkan kelompok pertemanan untuk memacu semangat. Dhani mengatakan gen Z cenderung melihat siapa saja yang dapat mempengaruhi mereka untuk melakukan suatu hal sehingga melihat teman sebagai rekan belajar dapat membuat mereka terdorong untuk melakukan hal yang lebih positif.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia juga menyarankan agar gen Z yang saat ini sedang dalam tahap mencari kerja untuk mempersiapkan diri dengan baik. Ubah pola pikir yang sebelumnya ragu-ragu dalam melakukan suatu hal. Salah satunya mencari pekerjaan, menjadi optimisme agar hasil yang didapatkan dapat lebih maksimal.

Selain itu, perlihatkan sikap yang baik selama proses pencarian kerja berlangsung karena personalia atau sumber daya manusia selalu melihat sikap yang ditunjukkan calon pekerja di perusahaan mereka. Manfaatkan juga pusat karir di kampus-kampus untuk mengetahui informasi seputar pekerjaan agar gen Z dan calon pekerja lebih mampu mempersiapkan karir.

“Manfaatkan career center di setiap akademi, mahasiswanya sendiri harus mendorong diri karena wadah itu disiapkan,” tegasnya.

Pilihan Editor: Benarkah Gen Z Menjadi Generasi Paling Stres? Begini Faktanya

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BINUS University Buka Peluang Lebih Dini untuk Kerja dengan Kuliah 2,5 Tahun

11 jam lalu

BINUS University Buka Peluang Lebih Dini untuk Kerja dengan Kuliah 2,5 Tahun

Program ini membantu mahasiswa mendapatkan pengalaman profesional dan keterampilan kerja yang dibutuhkan melalui enrichment program.


Disnaker Kota Palembang Gelar Bursa Lowongan Kerja Khusus HUT Palembang, Ini Daftar Perusahaannya

3 hari lalu

Seorang pencari kerja mencari informasi lowongan kerja dengan memindai kode respon cepat yang tersedia dalam Mega Career Expo Jakarta di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Mei 2024. Pameran tersebut diikuti sekitar 35 perusahaan dengan menawarkan ribuan lowongan kerja bagi lulusan SMA hingga sarjana. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Disnaker Kota Palembang Gelar Bursa Lowongan Kerja Khusus HUT Palembang, Ini Daftar Perusahaannya

Job Fair akan dibuka untuk umum dengan 2.000 lowongan kerja dari 40 perusahaan.


Masa Tunggu Kerja Lulusannya Dinilai Terbaik, Rektor Unissula Semarang: Rajin Bersedekah

4 hari lalu

Ilustrasi lowongan pekerjaan. ANTARA/R. Rekotomo
Masa Tunggu Kerja Lulusannya Dinilai Terbaik, Rektor Unissula Semarang: Rajin Bersedekah

Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang membeberkan kunci yang memudahkan lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan.


Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

7 hari lalu

Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com
Saran Neurolog agar Migrain Tak Kumat saat Bekerja

Selain beban dan tekanan kerja yang tinggi, kemunculan gejala migrain juga bisa dipicu kondisi lingkungan tempat bekerja. Bagaimana mencegahnya?


Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

7 hari lalu

Ilustrasi anak muda dan gadget. Shutterstock
Sering Dikira Problematik, Berikut 7 Sisi Positif Gen Z yang Harus Diketahui

Meskipun sering dihadapkan pada stereotip negatif, Gen Z memiliki banyak sisi positif.


5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

7 hari lalu

Generasi Z. Foto: Freepik.com/pch.vector
5 Tantangan Hidup yang Dihadapi Generasi Z

Generasi Z menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam dalam kehidupan mereka.


BI: Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Tetap Kuat

11 hari lalu

Karyawan melintas di area perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 31 Mei 2022. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, potensi inflasi yang melebihi perkiraan ini didorong oleh kenaikan harga-harga komoditas global yang kemudian mempengaruhi pergerakan harga di dalam negeri. TEMPO/Tony Hartawan
BI: Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Tetap Kuat

Survei Konsumen BI pada Mei 2024 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.


Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

13 hari lalu

Ilustrasi pekerja generasi Z atau Gen Z.
Karakter Gen Z dalam Bekerja: Tidak Suka Lingkungan Kerja Otoriter

Generasi Z atau Gen Z memiliki sejumlah karakter dalam memilih dan menjalani pekerjaan mereka. Apa saja?


Salah Kaprah Gen Z Soal Skincare dan Sunscreen

16 hari lalu

Ilustrasi skincare pouch atau makeup pouch. Freepik.com
Salah Kaprah Gen Z Soal Skincare dan Sunscreen

Survei dari AAD terhadap lebih dari 1.000 orang Gen Z menunjukkan bahwa 28 persen tidak tahu berjemur matahari bisa memicu kanker kulit.


Motif Utama Orang Indonesia Bekerja di Luar Negeri: Perkembangan Karir

17 hari lalu

(Dari kanan) Haikal Siregar, Managing Director BCG Indonesia dan Wisnu Dharmawan, Sales Director Indonesia, Jobstreet by SEEK dalam Konferensi Pers Laporan Eksklusif: Decoding Global Talent 2024 Tren Mobilitas Kerja oleh Jobstreet by SEEK di Gedung RDTX Place, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Motif Utama Orang Indonesia Bekerja di Luar Negeri: Perkembangan Karir

Hanya 60 persen pekerja Indonesia yang memilih finansial sebagai dorongan utama dalam memilih bekerja di luar negeri.