Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kerap Muncul saat Musim Liburan, Apa Itu Holiday Blues?

image-gnews
Ilustrasi wanita bersedih. shutterstock.com
Ilustrasi wanita bersedih. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Musim liburan menjadi momen yang menyenangkan karena diselimuti kebahagiaan dan keceriaan. Namun, bagi sebagian orang liburan mendatangkan stres dan kesedihan, terutama seseorang dengan kondisi kesehatan mental tidak stabil. Padahal, perasaan ketika musim liburan menjadi suatu hal yang juga penting untuk diperhatikan.

Saat suasana hati mulai merasa buruk, keadaan diri dapat dengan cepat mempengaruhi suasana positif dan menjadi lebih buruk. Dilansir dari Healthcare.utah.edu, jika merasa lebih sedih, mudah tersinggung, menangis, atau kelelahan, seseorang memerlukan bantuan untuk mengatasinya.

Jika telah didiagnosis dengan depresi atau gangguan kecemasan dari masa lalu, seseorang perlu menjalani perawatan sesuai kebutuhan. Sebab, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut akan semakin memburuk saat musim liburan tiba. Akibatnya, ketika musim liburan tiba, tidak sedikit orang mengalami holiday blues

Menurut American Psychological Association, sebanyak 44 persen wanita dan 33 persen pria merasa stres selama liburan. Angka ini menunjukkan bahwa tidak sedikit orang yang mengalami holiday blues. Mereka mengalami kegembiraan dan harapan yang dipaksakan ketika musim liburan.

Menurut Direktur Layanan Kesehatan Perilaku di Franciscan Children’s, Fatima Watt, holiday blues adalah perasaan stres, kecemasan, dan kesedihan yang mengelilingi musim liburan. Alasan holiday blues dapat beragam dari setiap individu.

Menurut psikolog klinis Michelle Paul, holiday blues dapat dipicu karena kenangan orang yang dicintai telah hilang sehingga mengalami rindu atau sakit. Seseorang yang masih “terjebak” di masa lalu akan sulit menerima sesuatu saat ini. Selain itu, holiday blues juga dapat terjadi karena memiliki harapan yang terlalu tinggi atau tidak realistis, tetapi dijadikan sebagai keharusan dan kewajiban.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meskipun holiday blues bersifat sementara, tetapi kondisi dapat bersinggungan dengan kesehatan mental lain yang lebih serius. Akibatnya, penting untuk mengetahui gejala umum dari holiday blues agar dapat dicegah atau ditangani dengan cepat. Dilansir Psychology.org, berikut adalah gejala holiday blues secara umum;

  • kesedihan situasional
  • kesulitan berkonsentrasi
  • iritabilitas
  • kecemasan
  • kelelahan
  • stres.

Biasanya, holiday blues terjadi pada November dan berlangsung hingga awal tahun baru. Holiday blues memanifestasikan diri dalam bentuk dan cara yang berbeda. Selain gejala umum tersebut, holiday blues juga dapat ditandai dengan perubahan kebiasaan makan dan tidur, cepat marah, dan tidak mengalami kebahagiaan selama aktivitas menyenangkan.

Gejala lain dari holiday blues juga dapat ditandai dari kesulitan berkonsentrasi. Seseorang akan lebih mudah hilang fokus dari suatu hal ketika mengalami holiday blues. Tidak hanya itu, gejala lain dari holiday blues juga ditandai dengan perilaku paranoid karena depresi berat atau kecemasan.

Psikiater Leela R. Magavi M.D mengungkapkan, seseorang yang mengalami holiday blues juga berisiko melukai diri sendiri. Adapun menurut Courtney Tracy, pekerja sosial klinis berlisensi (LCSW), ketika perasaan tersebut tidak hanya datang pada musim liburan dan mulai memengaruhi hubungan sosial, seseorang disarankan agar mencari bantuan profesional.

Pilihan Editor: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Post Holiday Blues

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Inilah 4 Kebiasaan yang Membuat Tagihan Listrik Melonjak

32 menit lalu

Petugas PLN melakukan pencatatan meteran listrik secara langsung di rumah warga di kawasan Cipulir, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. Pencatatan ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik di rekening  bulan Juli 2020. TEMPO/Tony Hartawan
Inilah 4 Kebiasaan yang Membuat Tagihan Listrik Melonjak

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan tagihan listrik Anda melonjak.


Psikiater Sebut Tanda Kecemasan pada Anak, Termasuk Sakit Perut

13 jam lalu

Ilustrasi anak sakit. Shutterstock.com
Psikiater Sebut Tanda Kecemasan pada Anak, Termasuk Sakit Perut

Psikiater memaparkan peran dan kepekaan orang tua sangat diperlukan untuk mengatasi kekerasan pada anak dan menghindari kecemasan.


4 Hal yang Bisa Memicu Konflik bila Bepergian dengan Teman

1 hari lalu

Ilustrasi traveling bersama teman.
4 Hal yang Bisa Memicu Konflik bila Bepergian dengan Teman

Jika bepergian dengan teman dan punya gaya traveling sama, perjalanan akan menyenangkan, mulus, dan mempererat hubungan. Bagaimana bila gaya berbeda?


Mengenal Istilah Cringe

2 hari lalu

Gestur cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat akan menyampaikan pandangannya di depan rivalnya, Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Debat Keempat Pilpres 2024 mengangkat tema terkait pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa. ANTARA/M Risyal Hidayat
Mengenal Istilah Cringe

Cringe adalah bentuk rasa malu, tetapi rasa malu dialami atas nama orang lain, bukan dialami secara langsung melalui tindakan sendiri.


Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

5 hari lalu

Ilustrasi kamar mandi hotel. Freepik.com/Wirestock
Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

Disarankan membawa perlengkapan mandi mini sendiri, seperti sampo, kondisioner, dan sabun mandi, saat menginap di hotel.


Post Holiday Blues: Sindrom Sedih Pasca Liburan dan Tips Mengatasinya

10 hari lalu

Ilustrasi kesepian. Shutterstock
Post Holiday Blues: Sindrom Sedih Pasca Liburan dan Tips Mengatasinya

Psikoterapis Mike Dow mengatakan, kecenderungan orang mengalami post holiday blues, termasuk kesepian, memencilkan diri, masalah keluarga usai liburan


Bulan Juli Masih Tetap Liburan di Juliday Azana Suites Hotel

18 hari lalu

Hotel Azana Suite Antasari, Jakarta Selatan.
Bulan Juli Masih Tetap Liburan di Juliday Azana Suites Hotel

Promo ini dibuat khusus untuk memberikan pengalaman menginap liburan yang tak terlupakan bagi para tamu.


7 Manfaat Tak Terduga Berlibur Bersama Anak saat Libur Sekolah

20 hari lalu

Atraksi badut di Stasiun Tugu Yogyakarta saat masa libur sekolah. Dok. Istimewa
7 Manfaat Tak Terduga Berlibur Bersama Anak saat Libur Sekolah

Berlibur bersama anak saat libur sekolah punya sejumlah manfaat kesehatan.


5 Perlengkapan Penting untuk Berkemah

23 hari lalu

Ilustrasi berkemah. Freepik.com/Standret
5 Perlengkapan Penting untuk Berkemah

Berkemah bisa menjadi alternatif liburan bersama keluarga, tapi sebelum berpetualang di alam bebas pastikan membawa perlengkapan


Mengapa Orang-orang Senang Nonton Tema Film Horor?

23 hari lalu

Ilustrasi menonton film horor/seram. Shutterstock
Mengapa Orang-orang Senang Nonton Tema Film Horor?

Salah satu alasan utama orang menikmati film horor adalah untuk merasakan sensasi rangsangan yang dihasilkan.