Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Masih Jalani Arus Balik Lebaran? Lakukan Power Nap untuk Bantu Kembalikan Fokus Menyetir

image-gnews
Seorang pengemudi tidur setelah menghadapi kemacetan di Jalur Indramayu, Jawa Barat, Senin (5/9). Pada Puncak Arus Balik lebaran tahun ini terjadi kemacetan hampir di semua kota sehingga waktu tempuh menuju Jakarta hampir 2 kali lipat dibanding waktu normal. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Seorang pengemudi tidur setelah menghadapi kemacetan di Jalur Indramayu, Jawa Barat, Senin (5/9). Pada Puncak Arus Balik lebaran tahun ini terjadi kemacetan hampir di semua kota sehingga waktu tempuh menuju Jakarta hampir 2 kali lipat dibanding waktu normal. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -  Arus balik Lebaran 2024 diprediksi akan lebih padat dari arus mudik sebelumnya. Hal ini dikarenakan waktu kembali yang lebih singkat dibandingkan dengan waktu mudik. Dengan kemacetan yang akan terjadi, para pengendara disarankan untuk melakukan istirahat berkala.

Dr Atmarita Anggota Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menyarankan bagi pengendara saat jalani mudik atau arus balik lalu untuk melakukan istirahat setiap 2-3 jam sekali dan beristirahat selama 15-20 menit selama menghadapi perjalanan jauh.

“Secara umum biasanya mengambil istirahat setiap 2-3 jam. Waktu istirahat bisa 15-20 menit supaya tidak terjadi kondisi statis tubuh,” kata Atmarita.

Ia juga mengatakan istirahat yang cukup selama perjalanan panjang akan menyebabkan kelelahan fisik dan kurangnya fokus saat berkendara. “Prinsipnya istirahat cukup. Kalau lelah kemungkinan konsentrasi berkurang dan bisa terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Untuk mengembalikan konsentrasi dan mengurangi kelelahan, Anda dapat melakukan power nap atau yang biasa kita kenal sebagai tidur siang. Waktu tidur siang juga sudah memenuhi kriteria beristirahat menurut Atmarita yaitu 10 menit hingga 30 menit.

Dilansir dari Sleep Foundation, power nap atau tidur siang memang tidak boleh melebihi 30 menit. Waktu tidur siang yang melebihi 30 menit akan menimbulkan efek kemalasan karena setelah 30 menit manusia akan mengalami fase tidur lelap.

“Keadaan kantuk (kemalasan) ini juga disebut kelembaman tidur. Saat itulah tubuh merasa perlu tidur lebih banyak, karena otak sudah mulai masuk dalam kondisi tidur yang dalam," kata Safia Khan, spesialis gangguan tidur dan asisten profesor di departemen kedokteran keluarga dan komunitas dan departemen neurologi di UT Southwestern Medical Center di Dallas, sebagaimana dikutip dari Everyday Health.

Selain mengembalikan fokus untuk berkendara, power nap atau tidur siang juga memiliki manfaat lainnya seperti berikut:

Rileks

Rileks dibutuhkan oleh Anda yang sedang melakukan aktivitas konsentrasi tinggi seperti menyetir jarak jauh. Dilansir dari Mayo Clinic, tidur siang dapat membantu untuk rileks, mengurangi kelelahan, meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan suasana hati, meningkatkan kinerja, reaksi dan memori.

Menjaga sistem kekebalan tubuh

Sistem kekebalan tubuh akan lebih terjamin jika melakukan tidur siang. Berdasarkan penelitian The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, tidur siang dpaat menghilangkan stres sehingga bagi sekelompok pria muda dewasa dapat meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Kesehatan Jantung

Menurut laporan penelitian Heart Attack and Stroke Symptoms, melakukan tidur siang satu atau dua kali selama sepekan dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian tersebut telah membandingkan dua kelompok yaitu kelompok yang melakukan tidur siang dan kelompok yang tidak melakukan tidur siang.

Disamping beristirahat, Atmarita juga mengimbau masyarakat untuk waspada dengan kondisi kesehatan tubuhnya. Dengan merebaknya isu Flu Singapura, ia menyarankan untuk melakukan pencegahan dengan cara membangun imun tubuh.

“Kalau sudah 3-4 kali vaksin waktu COVID dulu enggak perlu lagi tapi pemerintah belum ada peringatan. Kalau mau dikaitkan dengan mudik Lebaran bisa saja jadi pandemi karena pergerakan penduduk, tapi dapat dicegah dengan cara-cara yang sudah pernah dilakukan pada waktu COVID,” paparnya.



ADINDA ALYA IZDIHAR  | DELFI ANA HARAHAP

Pilihan Editor: Pentingnya Power Nap Saat Perjalanan Jauh, Ini Maksudnya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


10 Tips Meningkatkan Imunitas

12 hari lalu

Ilustrasi perempuan olahraga di gym. Foto: Freepik.com/Jcomp
10 Tips Meningkatkan Imunitas

Imunitas adalah kunci agar tubuh tetap sehat. Ikuti 10 tips ini untuk meningkatkan imunitas tubuh.


7 Manfaat Tak Terduga Berlibur Bersama Anak saat Libur Sekolah

21 hari lalu

Atraksi badut di Stasiun Tugu Yogyakarta saat masa libur sekolah. Dok. Istimewa
7 Manfaat Tak Terduga Berlibur Bersama Anak saat Libur Sekolah

Berlibur bersama anak saat libur sekolah punya sejumlah manfaat kesehatan.


Memahami Henti Jantung seperti yang Dialami Zhang Zhi Jie

23 hari lalu

Zhang Zhi Jie. (Foto: Badminton Asia)
Memahami Henti Jantung seperti yang Dialami Zhang Zhi Jie

Pebulu tangkis tunggal putra Cina Zhang Zhi Jie meninggal dunia setelah pingsan di lapangan. Ia dilaporkan mengalami henti jantung.


Kemenkes Sebut Imunisasi Ganda Aman Terkait Kematian Bayi di Sukabumi

24 hari lalu

Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi
Kemenkes Sebut Imunisasi Ganda Aman Terkait Kematian Bayi di Sukabumi

Kombinasi vaksin pada imunisasi ganda tidak menimbulkan masalah kesehatan kronis. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk melihat dampaknya.


Pencegahan Alergi Susu Sapi, Apa Saja Gejala dan Efeknya?

26 hari lalu

Ilustrasi susu. Foto: Pixabay.com/pezibear
Pencegahan Alergi Susu Sapi, Apa Saja Gejala dan Efeknya?

Gejala alergi susu sapi dapat bervariasi mulai dari ruam kulit, gangguan pencernaan, hingga reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa.


Manfaat Rempah Buah Pala dari Kaya Antioksidan, Turunkan Gula Darah, hingga Buat Kesehatan jantung

34 hari lalu

Ilustrasi biji pala. dok.TEMPO
Manfaat Rempah Buah Pala dari Kaya Antioksidan, Turunkan Gula Darah, hingga Buat Kesehatan jantung

Pala merupakan rempah asli dari Indonesia yang memiliki banyak manfaat. Berikut manfaat lain dari buah pala.


Arus Balik Libur Idul Adha, 154 Ribu Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek

36 hari lalu

Sejumlah kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Jumat, 5 April 2024. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) lakukan contraflow dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. ANTARA /Aprillio Akbar
Arus Balik Libur Idul Adha, 154 Ribu Kendaraan Telah Kembali ke Jabodetabek

Jasa Marga mencatat ada 154 kendaraan masuk kembali ke Jabodetabek dari tiga arah utama pada hari raya Idul Adha 1445 Hijriah.


Libur Idul Adha, Puncak Arus Balik Penumpang Kereta Daop 1 Jakarta Hari Ini Capai 38.709 Orang

36 hari lalu

Penumpang Kereta Api Sawunggalih dari Kutoarjo saat tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 13 April 2024. Arus Balik Lebaran 2024 sebanyak 46.474 penumpang tiba di Jakarta dengan rincian turun di Stasiun Pasar Senen 17.000 penumpang, Stasiun Gambir 15,500 penumpang, Bekasi 6.600 penumpang dan sisanya turun di beberapa stasiun Jakarta. Puncak arus balik lebaran 2024 sendiri diprediksi pada tanggal 13, 14, dan 15 April 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Libur Idul Adha, Puncak Arus Balik Penumpang Kereta Daop 1 Jakarta Hari Ini Capai 38.709 Orang

Penumpang kereta arus balik ini turun di sejumlah stasiun Daop I Jakarta, di antaranya Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.


Kenali Gejala Baby Blues Syndrome dan Cara Mengatasinya

43 hari lalu

Ilustrasi ibu sedih saat mengasuh bayinya. Foto: Unsplash/Hollie Santos
Kenali Gejala Baby Blues Syndrome dan Cara Mengatasinya

Baby blues syndrome merupakan kelainan emosi yang sering terjadi pada ibu-ibu pascamelahirkan. Berikut gejala dan cara mengatasinya


Meninggal saat Olahraga Bukan karena Serangan Jantung, Simak Penjelasan Pakar

47 hari lalu

Ilustrasi wanita dan pria berolahraga. shutterstock.com
Meninggal saat Olahraga Bukan karena Serangan Jantung, Simak Penjelasan Pakar

Pakar menegaskan olahraga bukan pemicu penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Lalu, apa penyebabnya?