Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

4 Gaya Komunikasi yang Harus Dipahami Pria dan Wanita

image-gnews
Ilustrasi berdiskusi. Dok. Zenius
Ilustrasi berdiskusi. Dok. Zenius
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Masalah dalam hubungan heteroseksual sering kali tidak disebabkan oleh perbedaan itu sendiri, tetapi lebih kepada asumsi bahwa pria menganggap wanita sama seperti mereka dan sebaliknya, yang sebenarnya jauh dari kebenaran. Bagaimana gaya komunikasi yang pas?

Pasangan sering mencoba mengatasi kesenjangan ini dengan hati-hati memilih kata-kata atau belajar untuk "memantulkan" satu sama lain saat berbicara.

Namun dikutip dari Psychologytoday, ternyata strategi ini seringkali hanya menangani kesalahpahaman yang dangkal dan tidak menyentuh akar masalah dari ketidakpahaman yang lebih mendalam antara pria dan wanita.

Pria dan wanita dapat berbicara dalam bahasa yang sama, tetapi hal itu tidak selalu berarti bahwa mereka saling memahami. Penelitian menunjukkan bahwa kata-kata dan frasa dapat memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang saat berkomunikasi.

Inilah mengapa terkadang sulit untuk berkomunikasi tanpa konflik, meningkatkan volume suara, atau bahkan melempar benda (maaf ya, teman-teman). Namun dengan kesediaan untuk melibatkan pikiran lebih dalam, Anda dapat belajar cara berkomunikasi yang lebih baik satu sama lain dan menghindari kesalahpahaman, konflik, dan kekecewaan dalam jangka panjang, hanya dengan sedikit pemahaman psikologis.

Dilansir dari Brightside-me, berikut beberapa gaya komunikasi yang dapat Anda pelajari untuk membuat hubungan menjadi lebih baik.

1. Wanita: Jangan Membaca Tersirat
Para wanita cenderung memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap makna interpersonal dalam pesan yang mereka terima dari pasangannya. Dengan kata lain, mereka cenderung sensitif terhadap "pesan tersirat" dan menghubungkan nilai-nilai keintiman serta kedekatan dengan kata-kata yang diucapkan oleh pasangan mereka. Di sisi lain, pria cenderung lebih literal dan mungkin fokus pada topik pembicaraan itu sendiri. Memahami apa yang diinginkan satu sama lain dari percakapan dalam sebuah hubungan sangat penting untuk menjembatani perbedaan. Ketika pesan-pesan ini dapat diterjemahkan dengan objektif, ini membantu setiap anggota merasa dihargai dalam hubungan mereka.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

2. Pria: Jangan Menasehati, Dengarkan Saja
Wanita sering melihat komunikasi sebagai sarana untuk mengeksplorasi perasaan dan merasa terhubung dengan pasangannya. Bagi mereka, proses percakapan itu sendiri adalah yang utama, bukan sekadar mencari solusi. Sebaliknya, pria cenderung fokus pada menemukan solusi konkret, memberikan saran yang berguna, dan ingin menyampaikannya dengan cepat. Oleh karena itu, pasangan bisa mendapatkan manfaat besar dengan saling memahami lebih baik apa yang diinginkan oleh masing-masing dalam komunikasi mereka. Wanita menginginkan perhatian dan kehadiran emosional, sementara pria mungkin ingin memberikan solusi atau saran praktis.

3. Wanita: Pahami Bahwa Laki-laki juga Butuh Me Time!
Pria sering kali dituduh kurang komunikatif atau cenderung menyendiri, dan pada kenyataannya, ini mungkin terlihat benar di permukaan. Namun, perempuan bisa mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang alasan di balik perilaku ini. Jika pasangan pria Anda terlihat agak terisolasi, bisa jadi dia sedang mencari waktu untuk beristirahat sejenak dari masalahnya. Istirahat ini mungkin melibatkan aktivitas seperti bermain video game, menonton TV, atau membaca. Jangan khawatir — berikanlah dia ruang yang dia butuhkan! Penting juga untuk meyakinkannya bahwa Anda percaya dia mampu mengatasi apa pun yang sedang dia hadapi.

4. Wanita: Cobalah untuk Lebih Jelas Mengenai Niatmu
Perempuan dan laki-laki memiliki gaya berbicara yang berbeda ketika berkomunikasi satu sama lain. Perempuan cenderung menggunakan gaya tidak langsung, menghindari konfrontasi langsung, dan lebih suka menyampaikan kritik secara tidak langsung.

Sebagai contoh, daripada mengatakan langsung, "Aku marah dengan perkataanmu saat makan malam tadi," perempuan mungkin lebih memilih untuk mengungkapkan ketidakpuasannya secara tidak langsung, misalnya dengan komentar sarkastik seperti, "Mungkin sebaiknya kamu berpikir untuk bersikap lebih baik selama kencan kita." Jika hal ini terjadi, dapat timbul perdebatan atau reaksi defensif dari kedua belah pihak.

Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk saling memahami gaya komunikasi masing-masing. Perempuan dapat memilih untuk lebih terbuka dan langsung saat berbicara dengan pasangannya, sementara pria dapat menggali lebih dalam untuk memahami apa yang sebenarnya sedang dibicarakan oleh pasangannya.

PSYCHOLOGY TODAY | BRIGHTSIDE
Pilihan editor: Gaya Komunikasi: Apa yang Tidak Dipahami Pria dan Wanita Tentang Satu Sama Lain

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gaya Komunikasi: Apa yang Tidak Dipahami Pria dan Wanita Tentang Satu Sama Lain

26 hari lalu

Ilustrasi pasangan berbincang santai. Foto: Freepik.com/Our-Team
Gaya Komunikasi: Apa yang Tidak Dipahami Pria dan Wanita Tentang Satu Sama Lain

Dengan memahami dan menghargai perbedaan antara pria dan wanita, pasangan dapat membangun hubungan yang lebih kuat termasuk lewat gaya komunikasi baik


Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Tak Dianjurkan Psikolog

43 hari lalu

Ilustrasi orang tua bicara dengan anak. Shutterstock
Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Tak Dianjurkan Psikolog

Hindari cara berkomunikasi yang agresif maupun pasif dengan anak. Psikolog memberi contohnya.


Pengamat Sebut Generasi Muda Suka Gaya Debat Capres Saling Serang

10 Januari 2024

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat mengikuti debat ketiga Calon Presiden 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 7 January 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pengamat Sebut Generasi Muda Suka Gaya Debat Capres Saling Serang

Pengamat menilai gaya komunikasi para calon presiden saat debat capres dapat mempengaruhi generasi muda dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024.


Bahlil Sebut Gaya Komunikasi Heru Budi Bagus, Anies Baswedan Belum Maksimal

5 Januari 2023

Menteri Investasi Indonesia, Bahlil Lahadalia berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas soal investasi bersama Pj Gubernur, Heru Budi Hartono, Selasa, 3 Januari 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Bahlil Sebut Gaya Komunikasi Heru Budi Bagus, Anies Baswedan Belum Maksimal

Sejak Heru Budi menjabat Pj Gubernur DKI Jakarta, komunikasi antara kementerian yang dipimpin Bahlil dengan Pemprov DKI baru terjalin dengan baik.


Pentingnya Empati Dalam Komunikasi,, Ini Kuncinya

27 November 2022

Erwin Parengkuan selaku Founder & CEO TALKINC/Talkinc
Pentingnya Empati Dalam Komunikasi,, Ini Kuncinya

Saat ini ilmu komunikasi semakin penting. Salah satu yang perlu diutamakan adalah empati dalam berkomunikasi.


4 Gaya Komunikasi dengan Pasangan untuk Memperkuat Hubungan

22 November 2022

Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Jcomp
4 Gaya Komunikasi dengan Pasangan untuk Memperkuat Hubungan

Komunikasi adalah hal terpenting dalam suatu hubungan