Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gaya Komunikasi: Apa yang Tidak Dipahami Pria dan Wanita Tentang Satu Sama Lain

image-gnews
Ilustrasi pasangan berbincang santai. Foto: Freepik.com/Our-Team
Ilustrasi pasangan berbincang santai. Foto: Freepik.com/Our-Team
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan antara pria dan wanita sering kali dipenuhi dengan miskomunikasi dan kesalahpahaman, termasuk gaya komunikasi. Meskipun ada banyak kesamaan di antara mereka, perbedaan biologis, psikologis, dan sosial sering kali menjadi penyebab perbedaan pandangan dan cara berpikir mereka.

Dalam budaya kita, sering diyakini bahwa kesamaan dalam hubungan adalah kunci sukses, sementara perbedaan dianggap sebagai penyebab masalah. Pasangan kerap menganggap bahwa ketidaksepahaman dalam hubungan mereka terletak pada perbedaan-perbedaan seperti kebiasaan atau minat yang berbeda. Namun, sering kali mereka tidak menyadari bahwa perbedaan gender juga turut berkontribusi dalam dinamika hubungan mereka. Pria dan wanita sering memiliki pandangan, perilaku, dan cara merasakan yang berbeda, yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor belajar dan lingkungan sosial, meskipun hal ini tetap memiliki dampak signifikan.

Untuk memahami lebih dalam dinamika ini, artikel ini akan mengeksplorasi hal-hal yang sering tidak dipahami oleh pria dan wanita tentang satu sama lain, serta memberikan pandangan yang dapat meningkatkan pemahaman dan komunikasi dalam hubungan mereka.

Apa yang Tidak Dipahami Wanita tentang Pria

Salah satu hal paling penting yang tidak dipahami wanita tentang pria adalah bahwa pria terkadang takut pada wanita dalam hubungan intim. Ini mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi ketakutan ini nyata. Misalnya:

1. Takut Didominasi dan Dikendalikan: Pria sering takut didominasi dan dikendalikan oleh wanita. Mereka mungkin saling mengejek tentang bagaimana seorang pria dikendalikan oleh kebutuhan akan seorang wanita. 

2. Takut Tidak Memadai: Pria sering takut dianggap tidak memadai secara emosional, interpersonal, dan seksual. Meskipun ada stereotip bahwa pria adalah kekasih yang egois, survei menunjukkan bahwa pria menganggap memuaskan pasangan mereka sangat penting. Memuaskan pasangan bukan hanya tindakan kedermawanan, tetapi juga menunjukkan kebutuhan pria untuk divalidasi melalui seks.

3. Takut Ditinggalkan: Beberapa pria secara fisiologis lebih tertekan oleh konflik dalam hubungan intim daripada wanita, dan mereka memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Ini karena, jauh di dalam diri mereka, mereka takut pasangannya akan meninggalkan mereka. Inilah sebabnya setelah putus cinta, beberapa pria merasa perlu segera mencari pasangan baru.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Apa yang Tidak Dipahami Pria tentang Wanita

Sementara itu, dikutip dari Psychologytoday-com, pria sering tidak memahami bahwa sebagian besar tindakan wanita dalam hubungan adalah upaya untuk mendekat dan merasa lebih terhubung. Wanita sering merasa tidak puas dengan tingkat keintiman dalam hubungan mereka dan mengusulkan cara untuk lebih dekat, seperti "Kita harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama" atau "Aku berharap kamu lebih terbuka dan menceritakan apa yang sedang kamu alami."

Masalahnya adalah, pria diajarkan untuk merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan wanita. Jadi, ketika seorang wanita mengungkapkan ketidakpuasan, pria sering mendengarnya sebagai kritik terhadap kemampuan mereka sebagai pria. Tidak mengherankan jika pria sering merespons dengan menarik diri untuk melindungi diri mereka.

Wanita sering menafsirkan penarikan diri pria sebagai bukti kurangnya minat untuk dekat, sehingga mereka menjadi lebih emosional dan mengejar pasangan mereka, yang hanya membuat pria semakin menarik diri, hingga pasangan tersebut terjebak dalam pola yang semakin meningkat dan membuat mereka merasa frustrasi dan sendirian.

Pasangan dapat keluar dari pola ini dan mencapai pemahaman yang lebih dalam dan memuaskan satu sama lain jika keduanya bersedia melakukan bagian mereka. Bagi wanita, memahami bahwa pasangan mereka menarik diri bukan karena kurangnya minat, tetapi karena takut melakukan kesalahan, dapat menyebabkan perubahan besar dalam hubungan. 

Pria, di sisi lain, perlu melawan godaan untuk menarik diri dan belajar untuk tetap terlibat secara emosional dengan pasangan mereka dan berbicara secara terbuka. Untuk menghindari penggunaan penarikan diri sebagai mekanisme pertahanan, pria perlu belajar menjadi lebih nyaman dengan konflik dalam hubungan mereka dan melihatnya sebagai kesempatan untuk terhubung daripada ancaman. Dengan demikian, ketakutan mereka terhadap konflik tidak akan memicu ketakutan akan ditinggalkan dan menyebabkan mereka menarik diri.

PSYCHOLOGY TODAY | AMAZON
Pilihan editor: Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Tak Dianjurkan Psikolog

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


4 Gaya Komunikasi yang Harus Dipahami Pria dan Wanita

26 hari lalu

Ilustrasi berdiskusi. Dok. Zenius
4 Gaya Komunikasi yang Harus Dipahami Pria dan Wanita

Pria dan wanita dapat berbicara dalam bahasa yang sama, tetapi hal itu tidak selalu berarti bahwa mereka saling memahami termasuk gaya komunikasi.


Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Tak Dianjurkan Psikolog

43 hari lalu

Ilustrasi orang tua bicara dengan anak. Shutterstock
Cara Berkomunikasi dengan Anak yang Tak Dianjurkan Psikolog

Hindari cara berkomunikasi yang agresif maupun pasif dengan anak. Psikolog memberi contohnya.


Pengamat Sebut Generasi Muda Suka Gaya Debat Capres Saling Serang

10 Januari 2024

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat mengikuti debat ketiga Calon Presiden 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 7 January 2024. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Pengamat Sebut Generasi Muda Suka Gaya Debat Capres Saling Serang

Pengamat menilai gaya komunikasi para calon presiden saat debat capres dapat mempengaruhi generasi muda dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024.


Bahlil Sebut Gaya Komunikasi Heru Budi Bagus, Anies Baswedan Belum Maksimal

5 Januari 2023

Menteri Investasi Indonesia, Bahlil Lahadalia berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas soal investasi bersama Pj Gubernur, Heru Budi Hartono, Selasa, 3 Januari 2023. Tempo/Mutia Yuantisya
Bahlil Sebut Gaya Komunikasi Heru Budi Bagus, Anies Baswedan Belum Maksimal

Sejak Heru Budi menjabat Pj Gubernur DKI Jakarta, komunikasi antara kementerian yang dipimpin Bahlil dengan Pemprov DKI baru terjalin dengan baik.


Pentingnya Empati Dalam Komunikasi,, Ini Kuncinya

27 November 2022

Erwin Parengkuan selaku Founder & CEO TALKINC/Talkinc
Pentingnya Empati Dalam Komunikasi,, Ini Kuncinya

Saat ini ilmu komunikasi semakin penting. Salah satu yang perlu diutamakan adalah empati dalam berkomunikasi.


4 Gaya Komunikasi dengan Pasangan untuk Memperkuat Hubungan

22 November 2022

Ilustrasi pasangan. Freepik.com/Jcomp
4 Gaya Komunikasi dengan Pasangan untuk Memperkuat Hubungan

Komunikasi adalah hal terpenting dalam suatu hubungan