Kamis, 15 November 2018

Skandal Atut, Fitria Yusuf: Hermes Fenomena Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari Swiss, Atut melancong ke Italia. Di kota mode ini, ia singgah di Hermes, butik tas dan aksesori, membelanjakan hampir Rp 50 juta. Pada 6 Februari 2012, ia terbang ke Tokyo, Jepang. Empat hari di sana, Atut memborong produk Hermes hingga Rp 430 juta. Cpp-luxury.com

    Dari Swiss, Atut melancong ke Italia. Di kota mode ini, ia singgah di Hermes, butik tas dan aksesori, membelanjakan hampir Rp 50 juta. Pada 6 Februari 2012, ia terbang ke Tokyo, Jepang. Empat hari di sana, Atut memborong produk Hermes hingga Rp 430 juta. Cpp-luxury.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya hidup kaum sosialita memang tidak lepas dari kehidupan mewah. Begitu juga yang tergambar pada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Menurut sejumlah sumber dalam laporan majalah Tempo pekan ini, Atut juga gemar berbelanja barang-barang mahal ketika jalan-jalan di luar negeri dan pernah memborong produk Hermes hingga Rp 430 juta.

    Melihat fenomena ini, Fitria Yusuf sebagai sosialita yang pernah menjadi seorang reseller tas Hermes di Indonesia mengatakan, "Tas Hermes memang selalu menjadi bagian dari fenomena sosial, di mana tas dan brand ini mempengaruhi status sosial seseorang. Di samping itu, tas ini sangat populer di Indonesia," kata dia yang dihubungi Tempo melalui telepon pada Rabu, 6 November 2013.

    Penulis buku berjudul Hermes Temptation ini mengungkapkan, menariknya, banyak wanita metropolitan yang berburu tas ini dengan menghalalkan segala cara, termasuk berbohong dan menipu.

    "Yang terpenting, penggunaan Hermes sendiri juga harus disesuaikan dengan bujet, bukan dengan paksaan," kata wanita yang biasa disapa Fifie ini.

    Dia menegaskan, untuk sebagian orang, kepemilikan tas Hermes atau barang-barang mewah memang bisa jadi cara untuk memompa rasa percaya diri yang tidak bisa dihindari. "Terutama karena peer pressure yang ada, khususnya di Ibu Kota," ujar dia.

    Fifie juga mengungkapkan bahwa siapa pun bisa memakai tas Hermes, termasuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. "Saat ini beliau memang sedang menjadi sorotan masyarakat terkait dengan kasus korupsi. Namun sah-sah saja ketika ia mengenakan tas Hermes berharga ratusan juta, jika memang ia membelinya dengan uang pribadi," kata dia.

    "Namun, jika ia membeli barang-barang mewah tersebut dengan uang rakyat, ia harus segera mempertanggungjawabkannya di meja hukum," ucap Fifie.

    Fifie menegaskan bahwa kita jangan menilai segala sesuatu dari materi. "Tidak berarti jika Anda memiliki tas Hermes lalu Anda merasa berhak menjadi yang paling hebat di antara yang lain. Atau sebaliknya, karena tidak memilikinya lalu membuat Anda merasa rendah diri dan minder," ujar dia. 

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Topik Terhangat
    Penembakan Satpam | SBY Versus Jokowi | Dinasti Banten | Roy Suryo Marah di Pesawat | Suap Akil Mochtar |

    Berita Terpopuler
    Diisukan Menikah Lagi, Ratu Atut: Astagfirullah
    Dipecat, Hakim Vica Tetap Dapat Gaji Pensiun
    Ini Curhat Hakim Vica Setelah Dipecat 
    Ini Daftar Para Penerima Dana Haram Hambalang
    Curhat Adik Atut: Kenapa Tempo Marah Sekali?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.