Datang ke Central, Tak Perlu Belanja ke Bangkok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah model berpose saat pembukaan Central Department Store di Grand Indonesia, Jakarta. facebook.com

    Sejumlah model berpose saat pembukaan Central Department Store di Grand Indonesia, Jakarta. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Aktris senior Christine Hakim menilai kehadiran Central di Jakarta bisa mengerem nafsu belanja warga Indonesia ke luar negeri. (Baca: Sensasi Belanja Ala Negeri Gajah Putih)

    “Tidak perlu lagi ke Bangkok,” kata dia, usai mengunjungi Central.

    Christine, 57 tahun, berharap kehadiran toko serba-ada tersebut menambah ajang penjualan produk lokal. “Bicara soal kreativitas dan mutu, produk kita tidak kalah dari barang luar,” kata peraih enam Piala Citra tersebut.

    Perancang sepatu Yongki Komaladi meminta Central meneruskan komitmennya untuk tidak membedakan produk yang mereka jual. Berdasarkan pengalamannya berbelanja di Bangkok, dia mendapati Central kerap menyandingkan merek lokal dengan brand ternama dunia di etalase utama toko mereka. Pengaturan penempatan itu jarang dia temui di department store lain.

    “Biasanya merek lokal ditaruh di belakang,” kata Yongki. (Baca: Di Sepatu Yongki, Ada Referensi Cerita Permainan Lokal)

    Pengamat mode, Amelia Masniari, memandang pesimistis kehadiran department store asing.

    “Untuk membeli barang impor, orang Indonesia lebih suka belanja ke negara asalnya karena lebih bergengsi,” kata penulis buku Miss Jinjing ini.
    Kehadiran toko asing, dia melanjutkan, kerap hanya memercikkan sensasi sesaat, lalu padam.

    “Lihat Harvey Nichols,” kata Amelia. Toko serba-ada asal London itu dibuka di Grand Indonesia pada 2008. Namun, toko itu ditutup dua tahun kemudian. (Baca: Miss Jinjing : Media Asing Salah Soal Gaya OKB)

    HADRIANI P.| SUBKHAN | REZA M
    Terpopuler
    Sensasi Belanja Ala Negeri Gajah Putih
    1000 Guru Rayakan Hari Guru Nasional
    Menyusui Turunkan Risiko Depresi
    Mufidah JK: Negara Melindungi Kaum Difabel
    Tak Semua Penderita Kanker Bisa Diterapi Target



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.