Fungsi Keringat Menjaga Suhu Inti Tubuh

Reporter

Tempo.co

Editor

Bram Setiawan

Rabu, 1 Juni 2022 14:41 WIB

Ilustrasi wanita berkeringat. Freepik.com/Cookie_studio

TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh manusia akan mengeluarkan keringat dalam berbagai kondisi. Mengutip Healthline, berkeringat merupakan cara alami tubuh melakukan pendinginan. Saat suhu internal naik, kelenjar keringat melepaskan air ke permukaan kulit. Saat keringat menguap, akan mendinginkan kulit dan darah di bawah kulit.

Keringat mengatur suhu

Mengutip National Center for Biotechnology Information, suhu inti tubuh dikontrol secara ketat. Meskipun sedikit perubahan suhu tubuh terjadi setiap hari. Ini tergantung variabel seperti ritme sirkadian (siklus tidur) dan menstruasi. Ketika tubuh seseorang tak mampu mengatur suhunya, maka rentan berakibat masalah kesehatan.

Tubuh manusia punya empat metode untuk mempertahankan suhu inti, yaitu penguapan, radiasi, konveksi, dan konduksi. Fungsi tubuh itu harus berkaitan suhu ideal. Suhu internal inti tubuh normal 36 derajat Celsius hingga 37 derajat Celsius. Ketika kemampuan tubuh untuk pengaturan suhu terganggu bisa mengakibatkan timbulnya panas atau hipertermia. Jika terlalu dingin makan kondisinya hipotermia.

  1. Kondisi panas

Merujuk publikasi Columbine Health Systems Center for Healthy Aging, berkeringat cara utama tubuh mengontrol suhunya. Saat keringat menguap, maka mendinginkan kulit. Pembuluh darah yang memberi asupan untuk kulit pun menjadi lebar. Itu memungkinkan darah hangat mengalir ke permukaan kulit mengurangi panas dari inti tubuh.

  1. Kondisi dingin

Tubuh juga meningkatkan produksi panas internal melalui beberapa mekanisme. Contohnya, menggigil atau kontraksi otot yang menghasilkan panas dalam tubuh. Seiring bertambah usia, tubuh kurang efektif mengendalikan aliran darah di bawah kulit. Lapisan lemak di bawah kulit yang berfungsi sebagai isolator menjaga panas tubuh akan menipis seiring bertambahnya usia.

Advertising
Advertising

Saat berkeringat berfungsi sebagai kontrol suhu, tapi ada banyak juga manfaat lain. Misalnya, membantu membersihkan tubuh dari paparan senyawa kimia poliklorin bifenil (PCB), dan bisphenol A (BPA).

KAKAK INDRA PURNAMA

Baca: Bau Badan Setiap Orang Berlainan, Bukan Keringat Penyebabnya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Berita terkait

Kenali 2 Tipe Heat Stroke dan Gejalanya Akibat Cuaca Panas Ekstrem

10 hari lalu

Kenali 2 Tipe Heat Stroke dan Gejalanya Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Cuaca panas ekstrem penyebab heat stroke melanda Asia. Ini perbedaan heat stroke non-exertional dan heat stroke exertional.

Baca Selengkapnya

Jurus Ampuh Mengatasi Gerah Akibat Hawa Panas

13 hari lalu

Jurus Ampuh Mengatasi Gerah Akibat Hawa Panas

Saat tubuh terpapar suhu ataupun hawa panas, respons alami tubuh adalah dengan memproduksi keringat untuk mendinginkan diri.

Baca Selengkapnya

9 Tips Mengatasi Masalah Kesehatan saat Liburan dari Keracunan Makanan hingga Dehidrasi

16 hari lalu

9 Tips Mengatasi Masalah Kesehatan saat Liburan dari Keracunan Makanan hingga Dehidrasi

Ada kalanya saat liburan tidak berjalan sesuai rencana. Tidak hanya masalah akomodasi tapi juga masalah kesehatan. Simak tips berikut ini

Baca Selengkapnya

5 Cara Menggunakan Parfum yang Benar

17 hari lalu

5 Cara Menggunakan Parfum yang Benar

Menggunakan parfum dengan benar dapat membuat aroma bertahan lebih lama dan lebih merata.

Baca Selengkapnya

Mengapa Menggunakan Parfum saat Berkeringat Tidak Disarankan?

18 hari lalu

Mengapa Menggunakan Parfum saat Berkeringat Tidak Disarankan?

Meskipun terlihat sepele, penggunaan parfum saat tubuh sedang berkeringat bisa menyebabkan aroma yang tak sedap.

Baca Selengkapnya

Jangan Langsung Beri Parasetamol saat Anak Demam, Ini Waktu yang Disarankan

24 hari lalu

Jangan Langsung Beri Parasetamol saat Anak Demam, Ini Waktu yang Disarankan

Parasetamol dapat diberikan ketika suhu anak 38 derajat Celcius ke atas atau sudah merasakan kondisi yang tidak nyaman.

Baca Selengkapnya

Jangan Lupakan Masa Pandemi Covid-19: Protokol Kesehatan, Jaga Jarak, Pakai Masker hingga Rapid Test

6 Maret 2024

Jangan Lupakan Masa Pandemi Covid-19: Protokol Kesehatan, Jaga Jarak, Pakai Masker hingga Rapid Test

Saat Pandemi Covid-19 berbagai kehidupan 'normal' berubah drastis. Saat itu yang kerap terdengar seperti protokol kesehatan, jaga jarak, rapid test.

Baca Selengkapnya

Efek Tersambar Petir, Ini Efek Jangka Pendek dan Panjang Bagi Korban

30 Januari 2024

Efek Tersambar Petir, Ini Efek Jangka Pendek dan Panjang Bagi Korban

Petir merupakan fenomena alam yang berbahaya, bagaimana efeknya jika tersambar petir?

Baca Selengkapnya

Tanda Berkeringat Malam Sudah Menandakan Kondisi Serius, Jangan Abaikan

16 Januari 2024

Tanda Berkeringat Malam Sudah Menandakan Kondisi Serius, Jangan Abaikan

Berkeringat saat tidur malam hari memang tak menyenangkan dan bikin baju basah. Berikut pemicu keringat di malam hari.

Baca Selengkapnya

Waspada Hipotermia pada Anak Saat Liburan Nataru ke Gunung, Ini Gejalanya

21 Desember 2023

Waspada Hipotermia pada Anak Saat Liburan Nataru ke Gunung, Ini Gejalanya

Dokter Anak Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kiki M K Samsi mengingatkan orang tua agar waspada hipotermia.

Baca Selengkapnya