Rabu, 23 Mei 2018

Harganya 2,7 Juta Rupiah, Kacamata Ini Bisa Merekam Video

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kacamata Hitam Berteknologi milik Acton ACE Eyewar (Antaranews.com)

    Kacamata Hitam Berteknologi milik Acton ACE Eyewar (Antaranews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen skateboard Acton menghadirkan kacamata hitam berteknologi tinggi.

    Dinamai ACE Eyewear, kacamata tersebut mampu merekam video dengan kualitas HD, memotret, dan melakukan video streaming langsung ke situs media sosial.

    Baca juga:
    Alkohol Merusak Genetik dan Memicu Kanker, Begini Prosesnya
    Susut 22 Kilogram, Intip Trik Sam Smith Menjadi Langsing
    Mengapa Kita Membuat Resolusi Tahun Baru? Ini Sejarahnya

    "Kacamata hitam dengan dibekali teknologi sangat potensial, namun belum sepenuhnya diluncurkan karena belum dirancang dengan desain yang diinginkan oleh orang-orang," kata bos Acton Peter Treadway, dilansir dari Phone Arena.

    Meski demikian, ACE Eyewear dinilai lebih modis dibandingkan kacamata berteknologi serupa mirip Snapchat.

    Pada September 2016, Snapchat memperkenalkan produk baru yang disebut Spectacles. Perangkat tersebut pada dasarnya adalah kacamata hitam dengan kamera video yang mampu merekam video 10 detik setiap kali tombol rekam dipencet.

    Perangkat yang dijual dengan harga 129,99 dolar AS atau sekitar Rp1,8 juta itu dilaporkan telah terjual 150.000 unit, 50 persen lebih tinggi dari perkiraan, pada Oktober lalu.

    Sementara itu, kamera yang digunakan pada ACE Eyewear memiliki sensor 8MP dengan sudut pandang yang lebar 120 derajat dan mampu merekam video HD selama 40 menit.

    Kacamata hitam tersebut dibekali memori 4GB dan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 10 jam, dengan pemakaian non-stop 1,5 jam.

    Kacamata ACE Eyewear akan dijual dengan harga 199 dolar AS atau sekitar Rp2,7 juta yang akan diuncurkan pada musim panas tahun ini.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mahathir Mohamad Menjabat Kembali Perdana Menteri Malaysia

    Setelah mundur sebagai Perdana Menteri Malaysia pada 2003, Mahathir Mohamad kembali ke politik demi menyelesaikan masalah yang dihadapi negaranya.