Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Cara Menghilangkah Sifat Toxic

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Ilustrasi orang tua dan anak. Freepik.com
Ilustrasi orang tua dan anak. Freepik.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sifat toxic adalah pola perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Ini bisa mencakup sikap manipulatif, sikap merugikan, atau pola komunikasi yang tidak sehat. 

Namun, tidak semua orang sadar bahwa mereka memiliki sifat toxic, dan mengakui serta mengubah perilaku tersebut bisa menjadi langkah pertama yang sulit. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu seseorang menghilangkan sifat toxic.

1. Mendatangi profesional

Dilansir dari Charlie Health, mendapatkan dukungan kesehatan mental adalah langkah penting yang harus dilakukan kapan pun ingin memeriksa dan mengubah perilaku, termasuk perilaku toxic.

Terapi bukan hanya ruang yang aman untuk perasaan diri sendiri, namun ini juga merupakan tempat untuk menetapkan tujuan baru dan membuat kemajuan dalam diri sendiri. Bisa dimulai dengan mendatangi psikolog atau orang yang kompeten dalam bidang kesehatan mental.

2. Mencari tahu penyebabnya

Sering kali ada hal lain yang menjadi penyebab perilaku toxic. Tanpa kita sadari beberapa faktor dalam diri menyebabkan timbulnya sifat toxic, seperti karena lingkungan atau masalah kesehatan mental.

Dengan dukungan seorang profesional kesehatan mental, seseorang akan memiliki ruang untuk lebih memahami dari mana perilaku toxic berasal. Ketika telah memahami perilaku toxic yang dilakukan, kita akan lebih siap untuk mengidentifikasinya ketika hal itu terjadi dan membuat perubahan.

3. Minta maaf kepada orang yang telah disakiti

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jika memiliki sifat beracun kemungkinan besar, orang-orang di sekitar Anda terluka. Meskipun meminta maaf tidak akan menghilangkan rasa sakitnya, namun hal ini menandakan kepada orang di sekitar bahwa Anda mengakui kesalahan dalam perilaku dan bertanggung jawab serta berusaha untuk menjadi lebih baik.

Kunci untuk meminta maaf adalah tidak bertujuan untuk mendapatkan respons tertentu dari orang lain. Permintaan maaf adalah tentang memberi tahu mereka bahwa Anda telah melakukan kesalahan, dan bagaimana Anda berencana untuk memperbaikinya-bukan untuk meredakan kecemasan Anda sendiri dan merasa lebih baik.

4. Mulai berpikir dahulu sebelum bereaksi

Dikutip dari Develop Good Habits, orang toxic cenderung berpikir setelah berbicara, sehingga tidak menakar baik dan buruk apa yang diucapkannya. Jadi, berusahalah secara sadar untuk berpikir tentang memberikan komentar yang sehat dan baik kepada seseorang tanpa membuat mereka marah atau membuat mereka merasa lebih buruk.

5. Jadilah pendengar yang lebih baik

Orang dengan sifat toxic biasanya akan memberikan respons yang negatif atau buruk ketika orang lain berbicara soal pengalamannya. Karena itu jika ingin meninggalkan sifat toxic, ketika orang lain menceritakan atau menjelaskan sesuatu, dengarkan saja. Setiap orang membutuhkan seseorang yang akan membiarkan kita mengeluarkan perasaan tanpa menghakimi atau menyalahkan.

Pilihan Editor: Luhut Ingatkan Prabowo Tak Bawa Orang Toxic ke Pemerintahan, Apa Ciri-ciri Orang Toxic?

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

9 jam lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

Di usia 81 tahun, Presiden AS Joe Biden diduga telah mengalami penurunan kognitif. Cegah masalah kognisi saat menua dengan cara berikut.


PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

10 jam lalu

Zamri Mamat, Deputi Chief Marketing Officer Plaza Indonesia (tengah) bersama praktisi wellness dan partner PIWF 2024, saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

PIWF atau Plaza Indonesia Wellness Festival 2024 menghadirkan 60 kelas untuk memberikan pengalaman dan skills baru tentang kesehatan mental dan fisik


Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

6 hari lalu

Ilustrasi pemain judi online. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa satgas judi online telah mengantongi data ratusan jurnalis yang bermain judi online. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

Penanganan anak yang terlibat judi online diminta mengutamakan sisi psikologis, ini alasannya.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

11 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.


Anak Masuk Sekolah, Tips Siapkan Mental Buah Hati

15 hari lalu

Ilustrasi orang tua antar anaknya ke sekolah. skim.gs
Anak Masuk Sekolah, Tips Siapkan Mental Buah Hati

Tidak terasa sebentar lagi anak masuk sekolah. Simak tips siapkan mental anak agar semangat jalani sekolah.


Pentingnya Peduli Kesehatan Jiwa Selayaknya Kesehatan Fisik tanpa Takut Stigma

16 hari lalu

Ilustrasi wanita depresi. (Pixabay.com)
Pentingnya Peduli Kesehatan Jiwa Selayaknya Kesehatan Fisik tanpa Takut Stigma

Pakar kesehatan jiwa mengingatkan jika dibandingkan masalah kesehatan fisik, masalah kesehatan mental terlihat sangat jauh kesenjangannya.


Insiden Mom Shaming yang Diungkap HCC Menimpa Sebagian Besar Ibu-ibu Indonesia

18 hari lalu

Ilustrasi wanita cemas. Freepik.com/Wayhomestudio
Insiden Mom Shaming yang Diungkap HCC Menimpa Sebagian Besar Ibu-ibu Indonesia

Hasil rilis studi HCC menyebut 7 per 10 ibu responden alami mom shaming di Indonesia. Apakah mom shaming itu?


Psikolog Sebut Dampak Sering Terpapar Polusi Udara bagi Kesehatan Mental

20 hari lalu

Masjid Istiqlal yang tertutup polusi di Jakarta, Jumat 21 Juni 2024. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 15.53 WIB, Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada pada angka 155 yang menempatkannya sebagai kota besar dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia di bawah Kinshasa, Kongo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Psikolog Sebut Dampak Sering Terpapar Polusi Udara bagi Kesehatan Mental

Psikolog mengatakan selain dapat berdampak terhadap kesehatan fisik, paparan polusi udara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.


7 dari 10 Ibu Alami Mom Shaming di Indonesia

20 hari lalu

Peneliti Utama dan Ketua Health Collaborative Center Ray Wagiu Basrowi menjelaskan soal tingginya angka Mom Shaming di Indonesia/Tempo-Mitra Tarigan
7 dari 10 Ibu Alami Mom Shaming di Indonesia

Para ibu mendapatkan paling banyak tindakan mom shaming dari pihak keluarga dan orang terdekat.


Studi Menunjukkan Menonton Film Horor Dapat Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

20 hari lalu

Ilustrasi orang menonton film horor. Science Daily
Studi Menunjukkan Menonton Film Horor Dapat Bermanfaat Bagi Kesehatan Mental

Sebuah studi menunjukkan bahwa film horor sebenarnya bisa membantu mengatasi stres dan kecemasan, serta memberikan manfaat bagi kesehatan mental.