Kamis, 20 September 2018

Melabrak Pelakor Cara Terbaik Buat Jera Pelaku Selingkuh?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    Ilustrasi selingkuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Video viral Bu Dendy yang melempari seorang wanita yang dituduh sebagai perebut laki orang atau pelakor sempat menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Aksi Bu Dendy yang melempari si wanita itu uang dan mempermalukannya di media sosial seakan diikuti beberapa perempuan lain yang juga berusaha mempermalukan sang wanita perebut pasangannya itu. Baca: Lee Dong Wook dan Suzy, Ini 5 Fakta Unik Lee Dong Wook

    Kecewa dan hancur pasti dialami mereka yang dikhianati pasangannya. Tindakan Bu Dendy melabrak wanita yang diduga merebut suaminya itu didukung banyak warganet karena dianggap dapat memberi ‘pelajaran’. Namun apakah ini cara terbaik membuat para pelakor jera?

    Psikolog dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Anna Margaretha Dauhan mengatakan bahwa tindakan seperti itu belum tentu dapat membuat pelaku selingkuh jera. “Bersikap agresif kepada orang ketiga bisa saja membuat dia jera, tetapi belum tentu dapat mengubah kebiasaan pasangan kita berselingkuh. Masih ada kemungkinan hal yang sama (perselingkuhan) terjadi lagi di masa mendatang baik dengan orang yang sama atau berbeda,” Anna memperingatkan. Baca: Usai Suntik Vitamin Kendall Jenner Ambruk, Ini Penjelasan Dokter

    Psikolog sekaligus konsultan hubungan dari Rapport Relationship, Jennifer Rhodes mengatakan bahwa bertindak secara impulsif atau meledak-ledak memiliki risiko yang dapat merugikan Anda.

    “Kebanyakan orang bertindak impulsif. Padahal kemarahan belum tentu menyelesaikan masalah. Terlebih jika kecurigaan Anda belum mempunyai dasar yang kuat. Pikirkan kembali langkah yang harus Anda tempuh. Jangan sampai kemarahan Anda membuat segalanya menjadi hancur total,” ujarnya.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.