Rabu, 17 Oktober 2018

Bubur Tak Disarankan Dikonsumsi Penderita Diabetes? Cek Alasannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bubur. shutterstock.com

    Ilustrasi bubur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di antara sederet makanan yang perlu dikurangi atau dihindari penderita diabetes, bubur adalah salah satunya.

    Baca juga: Buat Bit, Solusi Gula Bagi Penderita Diabetes? Cek Risetnya

    Pakar nutrisi dan Guru Besar dari IPB, Prof. Dr. Ali Khomsan mengatakan ketimbang nasi, bubur justru lebih cepat diproses tubuh menjadi gula, sehingga tak disarankan untuk mereka yang menderita diabetes. Makanan ini memiliki indeks glikemik tinggi yakni 90.

    "Bubur lebih cepat menjadi gula dalam tubuh. Orang diabetes jangan sering-sering makan bubur (ayam)," tutur dia di Jakarta, Rabu.

    Makanan dengan indeks glikemik tinggi bisa menyebabkan gula darah melonjak secara cepat. Beberapa penelitian juga mengaitkan indeks glikemik tinggi dengan obesitas, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

    Kendati begitu, Ali tak menampik ada bubur tertentu yang menyediakan asupan serat dan memiliki indeks glikemik rendah.

    Selain bubur, sirup juga memiliki indeks glikemik 100, tertinggi dari jenis makanan dan minuman lainnya. Sementara buah-buahan seperti pisang dan apel bisa menjadi pilihan, karena indeks glikemiknya di bawah angka 50.

    Baca juga: 4 Dampak Kesehatan Diabetes pada Pria, Alami Disfungsi Ereksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.