Dituduh Rasis, Peragaan Busana Dolce & Gabbana Batal

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang model berpose diatas catwalk saat memperagakan busana Dolce and Gabbana musim semi/panas 2018/19 dalam acara Milan Fashion Week di Milan, Italia, 24 September 2017. REUTERS/Stefano Rellandini

    Seorang model berpose diatas catwalk saat memperagakan busana Dolce and Gabbana musim semi/panas 2018/19 dalam acara Milan Fashion Week di Milan, Italia, 24 September 2017. REUTERS/Stefano Rellandini

    TEMPO.CO, Jakarta - Peragaan busana Dolce & Gabbana di Shanghai, China telah dibatalkan. Hal ini berkaitan dengan tuduhan rasisme yang di alamatkan pada rumah mode dunia tersebut. Peragaan busana itu dijadwalkan berlangsung pada 21 November. Namun, para tamu diberitahukan bahwa acaranya telah dibatalkan.

    Baca: Jessica Jung Tampil di Fashion Show Dolce & Gabbana

    Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Dolce & Gabbana, apakah mereka terpaksa membatalkannya karena permintaan pemerintah setempat atau karena hal lain, dilansir Aceshowbiz, Kamis 22 November 2018.

    Pembatalan peragaan busana Dolce & Gabbana diduga terkait dengan unggahan bos dari brand tersebut yang menampilkan serangkaian promosi di media sosial. Unggahan ini ternyata membuat para pengguna Weibo marah karena dianggap meremehkan budaya China.

    Dalam video yang sekarang sudah dihapus, tampak model Asia yang sedang berjuang makan makanan Italia menggunakan sumpit. Para krikutis menilai bahwa model dengan wajah Asia merupakan sebuah stereotip. Sedangkan sumpit dianggap sebagai budaya yang ketinggalan zaman dan merek asal Italia tersebut merasa jika budayanya lebih unggul.

    Sementara itu, co-founder Dolce & Gabbana, Stefano Gabbana dituduh rasis setelah akun Instagram Diet Prada berbagi screenshot yang merinci serangkaian pesan tidak menyenangkan yang dikirim dari akun pribadi Stevano, termasuk sebuah teks yang berbunyi, "Mulai sekarang di semua wawancara yang saya lakukan secara internasional, saya akan mengatakan bahwa negara (emoji poop lima) adalah China."

    Baca: Kreasi Kartu Remi Dolce and Gabbana dalam Milan Fashion Week

    Namun, rumah mode itu membuat klarifikasi pada akun resmi Instagramnya bahwa kampanye kontroversial itu "tidak sah" dan mengklaim jika kedua akun mereka Dolce & Gabbana dan Stefano Gabbana telah diretas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.