Ingin Jadi Penyiar Radio, Simak 3 Saran dari Reza Chandika

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reza Chandika. Instagram

    Reza Chandika. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak anak muda yang ingin berprofesi sebagai penyiar radio. Reza Chandika yang bekerja sebagai penyiar radio Gen Jakarta, mengatakan profesi ini tidak semata bermodalkan suara.

    Baca: 3 Keterampilan Wajib buat Generasi Milenial agar Karier Melesat

    Reza Chandika mengingatkan, banyak hal yang harus disiapkan secara matang jika benar-benar ingin menjadi seorang penyiar radio. Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh Reza buat kamu yang ingin bekerja sebagai penyiar radio.

    1. Jangan takut bicara
    Banyak orang bercita-cita menjadi seorang penyiar, namun takut untuk mulai bicara. Keengganan bicara bisa disebabkan oleh rasa malu dan takut. Padahal, dengan mulai latihan berbicara seperti pada acara kampus, dapat membantu melancarkan, mengasah lafal, dan gaya bicara.

    2. Memperhatikan mood
    Saat mulai berani bicara di depan publik, belajarlah untuk selalu memastikan mood kamu dalam situasi yang baik. "Sebagai seorang penyiar radio profesional, ada tuntutan untuk tetap dapat menghibur dalam keadaan dan kondisi yang mungkin bertolak belakang dengan perasaan kamu saat itu," kata Reza Chandika di Jakarta, Sabtu 19 Januari 2019.

    Penyiar radio Reza Chandika. Instagram

    3. Selalu memiliki rencana cadangan
    Rencana cadangan sangat dibutuhkan oleh seorang penyiar radio. Kamu tentu sudah menyusun apa saja yang akan dilakukan selama siaran berlangsung. Itu sudah bagus. Tapi akan lebih baik lagi jika kamu membuat rencana sebagai antisipasi jika terjadi gangguan teknis yang menghambat pekerjaanmu.

    Artikel lainnya: 3 Pekerjaan yang Pas buat Pecinta Makeup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.