Usia Tua, Waspadai Penurunan Fungsi Organ-organ Tubuh Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang lanjut usia (pixabay.com)

    Ilustrasi orang lanjut usia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda sering mendengar seseorang meninggal dunia karena faktor usia. Istilah itu biasanya untuk orang yang meninggal tanpa penyakit yang jelas. Tapi, sebenarnya hal itu bisa dijelaskan. Saat usia tua, sistem kekebalan tubuh menurun. Tubuh mengalami kesulitan memulihkan diri ketika terkena penyakit.

    Baca juga: Kiat Berolahraga Agar Capai Usia 90 Tahun

    Selain itu, fungsi organ-organ tubuh mengalami penurunan sehingga metabolisme tubuh tidak lagi maksimal. Kekuatan tubuh, kesehatan, kemampuan organ vital, dan bagian tubuh lain umumnya akan menurun.

    Di kutip dari WebMD, manusia mengalami puncak fungsi organ-organ tubuhnya pada usia 30 tahun. Selanjutnya, organ-organ tersebut secara berlahan-lahan akan mengalami penurunan fungsi kerja. Seberapa cepat proses itu, sangat tergantung pada kesehatan, riwayat medis, dan genetika.

    Marie Bernard, MD, wakil direktur National Institute on Aging, mengatakan bahwa penuaan itu proses yang sangat halus dan hening. Saking heningnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa proses itu tengah berjalan di dalam dirinya. Tanda-tanda fisiknya bisa diawali dengan munculnya uban. Perubahan juga terjadi pada tubuh, mungkin pinggang melebar dan merasa kaku ketika bangun pagi.

    Lalu, organ apa saja yang mengalami penurunan fungsi signifikan?

    1. Jantung

    Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dan arteri Anda menjadi lebih kaku. Jantung pun harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah jantung lainnya.

    Untuk membantu jantung bekerja secara optimal, disarankan Anda tetap aktif, baik berjalan, berlari, berenang, atau olahraga ringan lainnya. Disarankan Anda juga menjaga berat badan agar tekanan darah dapat terkontrol. Selain itu, makanlah banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Hindari stres. Tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam setiap malam.  

    2. Kulit

    Dibandingkan ketika berusia 20-an, kulit akan terasa lebih kering dan kenyal. Hal itu terjadi karena produksi minyak di kulit mengalami penurunan seiring dengan pertambahan usia. Anda juga kehilangan beberapa jaringan lemak di bawah kulit, juga lebih jarang berkeringat. Jangan heran jika Anda menemukan keriput, bintik-bintik penuaan, dan tumbuhnya bintik-bintik kecil. Untuk mengurangi dampak penuaan pada kulit, kenakan tabir surya setiap kali berada di luar ruangan.

    3. Penglihatan dan pendengaran 

    Sulit melihat dengan fokus pada objek yang dekat dan sulit beradaptasi dengan perubahan cahaya yang tiba-tiba adalah tanda-tanda penurunan fungsi penglihatan. Anda juga akan mengalami penurunan fungsi pendengaran yang ditandai dengan kesulitan mendengar walaupun suara sudah cukup kencang dan sulit mengikuti percakapan di keramaian. Anda disarankan mengenakan kacamata hitam untuk melindungi mata saat di luar ruangan, juga penyumbat telinga untuk melindungi atau memblokir suara keras.

    4. Gigi dan gusi

    Biasanya perubahannya adalah gusi agak tertarik ke luar, gigi pun mengikuti. Mulut Anda juga lebih mudah terasa kering, apalagi jika habis mengonsumsi obat tertentu. Kondisi ini memperbesar risiko kerusakan dan infeksi gigi. Jadi, rajinlah membersihkan gigi untuk menyingkirkan sisa makanan dari sela-sela gigi Anda.

    5. Tulang

    Pada usia 40-an dan 50-an, tulang Anda mulai melemah karena kurang padat. Ini meningkatkan risiko patah tulang. Sebagian orang bahkan terlihat lebih pendek karena bantalan tulang belakang Anda menyusut. Sendi Anda juga mungkin terasa lebih kaku. Cairan dan tulang rawan yang melapisi sendi berkurang seiring bertambahnya usia. Saat jaringan di antara persendian rusak, Anda bisa mengalami radang sendi. Untuk mengurangi dampaknya, pastikan Anda mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D. Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang karena membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga kekuatan tulang.

    6. Saluran kemih

    Sebanyak 10 persen orang berusia 65 tahun mengalami kesulitan mengontrol kandung kemih. Ini disebut inkontinensia. Bisa saja urine Anda keluar hanya karena batuk atau bersin. Tapi sebagian besar mengalami kebocoran dalam perajalanan menuju kamar mandi. Cobalah untuk menghindari kafein, alkohol, soda, dan makanan tinggi asam. Latihan kegel dapat mengencangkan otot-otot dasar panggul Anda dan dapat membantu mengontrol kandung kemih.  

    7. Otot

    Seiring bertambahnya usia, Anda kehilangan massa otot. Kondisi itu bisa menyebabkan kelemahan dan aktivitas berkurang. Lakukan olahraga ringan setiap hari, seperti jalan cepat atau angkat beban. Ini akan membantu menjaga kekuatan dan fungsi otot. Makan banyak buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak seperti ikan dan ayam. Jauhi gula dan makanan yang tinggi lemak jenuh. Dan, mulailah makan dalam porsi kecil.

    8. Organ seksual 

    Para wanita akan mengalami menopouse yang menyebabkan vagina lebih kering, lebih tipis, dan kurang elastis. Payudara juga kehilangan jaringan dan lemak dan bisa tampak lebih kecil. Adapun pria akan mengalami kesulitan ereksi.

    Proses penuaan tidak bisa dilawan. Anda juga tidak dapat memutar waktu untuk kembali muda. Karena itu, mulailah menjalani gaya hidup sehat agar dapat memaksimalkan fungsi tubuh seiring dengan pertambahan usia.

    Baca juga: Menyibak Rahasia Usia Panjang Penduduk di 5 Negara Ini

    WEB MD | HEALTH LINE 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.