Ada Sentuhan Batik Pekalongan di Koleksi Lebaran Giordano

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iwet Ramadhan mengenakan batik rancangannya untuk koleksi Lebaran Giordano 2019 (Instagram @iwetramadhan)

    Iwet Ramadhan mengenakan batik rancangannya untuk koleksi Lebaran Giordano 2019 (Instagram @iwetramadhan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Giordano merilis koleksi dengan sentuhan motif batik klasik Pekalongan dan Kalengan. Koleksi Lebaran ini merupakan hasil kolaborasi dengan pegiat budaya sekaligus penyiar radio nasional Iwet Ramadhan.

    Baca juga: Hadir di PBB, Batik Berkembang Tanpa Batas

    "Kita butuh harapan, sudah terlalu lama kita beradu argumen dan mempertahankan pendapat, berdebat tanpa ujung. Idul Fitri menjadi momentum kembali berkumpul, bersatu, dengan seluruh kerabat dalam suasana damai penuh cita," ujar Iwet Ramadhan tentang motif dalam busana Idul Fitri Giordano, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu malam.

    Koleksi Giordano bertajuk "Enlightening Love" itu mempunyai makna selaras dengan motif "Beautiful Sorrow" yang dirancang Iwet Ramadhan terinspirasi dari batik klasik Pekalongan dan Kelengan.

    Motif batik klasik Pekalongan dan Kelengan itu sarat makna yang punya nilai spiritual tinggi dengan warna biru dan putih.

    Iwet yang juga seorang pengusaha itu menambahkan aksen merah dalam rancangannya, sehingga menyimbolkan harapan, cinta, dan kehidupan.

    Sedangkan, motif "Beautiful Sorrow" bercerita tentang harapan bahwa setiap kesulitan, ujian, atau cobaan akan selalu berakhir dengan kebahagiaan.

    "Enlightening Love adalah tema yang kami usung dalam kampanye edisi Lebaran kali ini. Tema itu berbicara tentang cinta yang penuh harapan, mencerahkan. Harapan rasa cinta itu akan menjadi cahaya terang bagi semua orang," ujar Chief Merchant Giordano Indonesia Ekawati Wongso.

    Baca juga: Definisi Bahagia ala Ganjar Pranowo: Baju Semotif Dengan Serbet

    Ekawati mengatakan kerja sama Giordano dengan Iwet Ramadhan itu menjadi bukti keseriusan perusahaan asal Hong Kong itu untuk mengapresiasi kekayaan dan talenta lokal di Indonesia.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.