Masih Suka Makan Mi Instan? Ini Risiko Kesehatan yang Anda Hadapi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi mi instan (pixabay.com)

    ilustrasi mi instan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak suka makan mi instan. Selain pilihan rasanya yang banyak, menyiapkannya pun mudah.  Tapi, tahukah Anda bahwa makanan praktis ini menimbulkan risiko bagi kesehatan?

    Dilansir Medical Daily, mengonsumsi mi instan dapat menyebabkan diare dan meningkatkan risiko jantung. Simak risiko kesehatan lainnya.

    1. Sulit dicerna, sebabkan cemas hingga diare

    Di dalam sistem pencernaan, mi instan diolah selama berjam-jam, menyebabkan kadar gula darah terganggu dan insulin dilepaskan jika dikonsumsi terlalu cepat.

    Mi instan membuat pencernaan menjadi lambat, menambah konsumsi pengawet dan bahan kimia lainnya dalam tubuh.

    Dalam jangka panjang, mi instan bisa menyebabkan paparan berlebih butiran hidroksanisol dan t-butil hidrokuinon, dua bahan kimia yang biasa digunakan dalam produk untuk memperpanjang masa simpan. Keduanya dapat menyebabkan kecemasan, asma dan diare.

    2. Risiko penyakit jantung

    Studi dalam Journal of Nutrition menemukan, orang yang mengonsumsi mi instan dalam jumlah yang tidak moderat memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik, serangkaian gejala termasuk memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan peluang lebih tinggi terkena penyakit jantung, diabetes dan stroke.

    3. Mengandung banyak garam

    Mi instan mengandung banyak garam, yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan.

    Studi dalam American Journal of Hypertension pada 2014 mengungkapkan, konsumsi natrium tinggi menjadi salah satu faktor utama tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus terakhir. Natrium tambahan ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.