Awas, Anak yang Malas Mengunyah Giginya Bisa Bertumpuk

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    Ilustrasi anak makan apel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus gigi bertumpuk atau berjejal semakin banyak ditemui pada remaja. Ternyata, salah satu penyebabnya adalah malas mengunyah makanan ketika kecil.

    Dokter spesialis gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia atau IDGAI, Eva Fauziah, mengatakan bahwa gigi yang bertumpuk bisa disebabkan oleh genetika dan lingkungan, yaitu kebiasaan anak diberi makanan lembut. Kebiasaan ini menyebabkan anak malas mengunyah. Akibatnya, pertumbuhan rahang anak terganggu sehingga tidak cukup tempat untuk gigi tetap.

    Gigi susu bagusnya renggang karena gigi tetap ukurannya dua kali lebih besar. Kalau gigi susu rapat artinya tempatnya akan kurang sehingga crowding,” ujar Eva di acara Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut & Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar kepada siswa taman kanak-kanak di Depok, Selasa, 23 Juli 2019.

    Ia mengatakan, kondisi itu banyak terjadi karena anak jarang mengunyah. “Anak sekarang makannya nugget, sedangkan dulu dagingnya. Kalau makan ayam pun maunya disuwir-suwir,” kata dia.

    Jadi, Eva menyarankan agar orang tua memberikan makanan yang membuat anak mengunyah di masa pertumbuhan atau grow spurt, untuk anak laki-laki hingga usia 14 tahun dan anak perempuan hingga 12 tahun. Ia mencontohkan, ketika diberi buah apel, jangan dalam bentuk potongan-potongan kecil. Biarkan anak menggigitnya dari buah utuh. 

    “Latihan mengunyah akan merangsang perkembangan rahang anak sehingga rahang tidak sempit. Jadi, aka nada tempat untuk gigi tetap,” Eva menjelaskan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.