Minggu, 15 September 2019

Awas, Kelebihan Konsumsi Vitamin B Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kanker paru-paru. Shutterstock

    Ilustrasi Kanker paru-paru. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahukah Anda jika suplemen yang selama ini dikonsumsi bukan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan? Tidak menutup kemungkinan jika suplemen yang Anda konsumsi justru berdampak buruk bagi kesehatan, dilansir Men’shealth. Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal for Clinical Oncology, dosis vitamin B6 dan B12 yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker paru, terutama bagi perokok aktif atau pernah menjadi perokok aktif, bahkan tiga kali lipat.

    Para peneliti merekrut lebih dari 77 ribu orang berusia di atas 50 tahun, masing-masing partisipan diberi pertanyaan, seberapa sering, seberapa banyak, dan berapa lama mereka mengonsumsi vitamin B6, B9, dan B12 selama lebih dari 10 tahun. Mereka juga menanyakan apakah mereka pernah menjadi perokok aktif yang sudah berhenti lebih dari 10 tahun, perokok aktif yang sudah berhenti kurang dari 10 tahun, baru menjadi perokok aktif, atau tidak pernah merokok sama sekali. Studi tersebut dilakukan selama 6 tahun untuk mengetahui ada atau tidaknya kanker paru-paru yang berkembang pada masing-masing pasien.

    Para peneliti kemudian mengungkapkan bahwa partisipan laki-lak) yang baru menjadi perokok aktif dan mengonsumsi lebih dari 20 miligram vitamin B6 setiap hari selama 10 tahun menunjukkan risiko terserang kanker paru-paru tiga kali lebih besar dibanding mereka yang baru menjadi perokok aktif namun tidak mengonsumsi vitamin B6 sama sekali.

    Partisipan yang berhenti merokok kurang dari 10 tahun lalu dan mengonsumsi lebih dari 20 miligram vitamin B6 per hari juga berisiko, 54 persen dari mereka berisiko terserang kanker paru-paru dibanding mereka yang juga berhenti merokok pada waktu sama namun tidak mengonsumsi vitamin B6 sama sekali.

    Perokok yang mengonsumsi lebih dari 55 mikrogram B12 per hari selama 10 tahun berisiko terserang kanker paru-paru empat kali lebih besar dibanding perokok yang tidak pernah sama sekali mengonsumsi vitamin B12. Bagaimana dengan mereka yang sudah berhenti merokok lebih dari 12 tahun? Sebanyak 89 persen berisiko terserang kanker dibanding yang tidak sama sekali mengonsumsi B12.

    Kaitan antara vitamin B dengan kanker paru-paru diambil dari konsumsi vitamin itu sendiri, bukan yang menggunakan vitamin B sebagai tambahan atau pendamping vitamin lain.

    Ilustrasi Kanker paru-paru. Shutterstock

    “Risiko tersebut dipengaruhi dosis tinggi , 20 miligram B6 per hari dan 55 mikrogram B12, 10 hingga 20 kali lebih besar daripada yang direkomendasikan oleh pakar diet di Amerika,” ujar Theodore M. Braskuy, Ph.D., pimpinan peneliti dan asisten profesor di Ohio State University di Amerika Serikat.

    Tidak perlu khawatir jika selama ini Anda mengonsumsi makanan mengandung vitamin B, seperti kerang, tuna, salmon, atau daging merah. Makanan tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko terserang kanker paru-paru sama sekali saat dikonsumsi secara rutin.

    Jadi, mengapa dosis tinggi vitamin B6 dan B12 yang dikonsumsi oleh perokok aktif lebih berisiko menyebabkan kanker paru-paru? Para peneliti sendiri sebenarnya tidak yakin dan penelitian terdahulu sangat terbatas dan bertentangan. Namun, makalah yang dipublikasikan dalam jurnal menyebutkan bahwa vitamin B mungkin berinteraksi dengan beberapa jenis asam amino dalam sesuatu hal yang disebut jalur metabolisme karbon sehingga mengganggu proses dan memicu kanker.

    “Tidak menutup kemungkinan jika efek vitamin B mempercepat perkembangan kanker paru-paru yang pada dasarnya sudah ada karena merokok,” ujar Brasky.

    Catatan penting: Karena ini merupakan studi obervasi, maka tidak dapat dibuktikan secara pasti apakah vitamin B menyebabkan kanker paru atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.