Minggu, 15 September 2019

Anak Suka Miringkan Kepala saat Melihat? Ini Tanda Silinder Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak menggunakan kacamata gerhana buatan sendiri saat melihat Gerhana matahari total (GMT) di Lapangan Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 9 Maret 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang anak menggunakan kacamata gerhana buatan sendiri saat melihat Gerhana matahari total (GMT) di Lapangan Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, 9 Maret 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Secara kasat mata, Anda akan melihat semakin banyak anak yang menggunakan kacamata minus atau silinder di usianya yang sangat muda. Kebanyakan orang akan berpikir hal itu karena si anak terlalu banyak melihat gadget.

    Untuk mengetahui apakah anak mengalami mata minus atau silinder, orang tua perlu memperhatikan berbagai kebiasaan yang anak lakukan. Anak bisa saja mengalami mata silinder sejak lahir. Namun, biasanya hal ini tidak diketahui sampai mereka melakukan tes mata. Para orang tua perlu ingat bahwa tes kesehatan mata ini sangatlah penting agar kondisi mata minus atau mata silinder pada anak segera terdeteksi.

    Beberapa tanda-tanda anak yang mengalami mata silinder seperti dilansir SehatQ adalah:

    1. Kerap mengucek mata meskipun tidak mengantuk
    2. Mata berair
    3. Memiringkan kepala saat melihat sesuatu
    4. Menutup sebelah mata untuk bisa melihat dengan lebih fokus
    5. Menghindari aktivitas yang memerlukan fokus penglihatan
    6. Mengeluh mata lelah hingga sakit kepala
    7. Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, ada baiknya segera memeriksakan mata mereka ke dokter mata. Periode tes kesehatan mata bisa dilakukan ketika anak berusia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk sekolah dasar, dan secara berkala setiap 2 tahun.

    Ketika anak menginjak usia 3-6 tahun, kemampuan visual dan penglihatannya sudah jauh berkembang ketimbang masa-masa di usia sebelumnya. Usia inilah mereka mulai piawai mengintegrasikan gerakan tubuh dan penglihatan.

    Ada banyak aktivitas-aktivitas yang memerlukan kejelian mereka dalam melihat, mulai dari belajar menulis hingga aktivitas motorik kasar. Dalam kaitannya dengan mata silinder pada anak, hal ini cukup umum terjadi.

    Mata silinder atau minus pada anak terjadi karena perubahan kelengkungan kornea mata. Konsekuensinya, penglihatan anak akan kabur karena cahaya yang masuk ke mata tidak fokus ke retina kemudian mengakibatkan pandangan buram.

    Penyebab mata silinder pada anak tidak selalu karena gaya hidup. Bisa saja anak memang memiliki bentuk lensa mata yang berbeda sejak lahir. Artinya, ada faktor genetik yang berpengaruh di sini. Faktor lain yang bisa menyebabkan mata minus pada anak adalah operasi mata hingga cedera pada mata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.