8 Cara Mencegah Kanker Prostat dengan Cara Mudah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker prostat. Shutterstock

    Ilustrasi kanker prostat. Shutterstock

    TEMPO.CO, JakartaKanker prostat adalah jenis kanker yang tumbuh di kelenjar prostat. Biasanya, penderita akan menunjukkan gejala seperti rasa nyeri saat buang air kecil, intensitas buang air kecil berlebihan, hingga munculnya darah pada urine.

    Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2013 jumlah penderita kanker prostat di Indonesia telah mencapai jumlah 25.012 orang. Jumlah ini diharapkan dapat terus menurun. Agar dapat terhindar dari penyakit ini, berbagai cara mencegah kanker prostat dapat Anda lakukan, di antaranya:

    1. Berhenti Merokok
    Kebiasaan merokok memiliki pengaruh yang buruk bagi kesehatan. Merokok menjadi salah satu faktor pemicu sel kanker terus berkembang dan menjangkiti jaringan di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mencegah risiko terkena kanker termasuk kanker prostat, sebisa mungkin hentikan kebiasaan merokok sejak sekarang.

    2. Menjaga Perilaku Seks Sehat
    Menjaga perilaku hubungan intim yang sehat juga menjadi faktor untuk mencegah kanker prostat. Misalnya, menggunakan alat kontrasepsi, tidak berganti-ganti pasangan. Selain itu, hindari oral seks berlebihan juga merupakan contoh perilaku seks yang sehat dan aman.

    3. Berolahraga
    Olahraga secara teratur dipercaya dapat menurunkan risiko kanker prostat dan membantu Anda menghasilkan sperma yang sehat. Tidak hanya itu, olahraga juga dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit berbahaya lain seperti penyakit jantung dan jenis kanker lainnya.

    Bagi Anda yang belum terbiasa berolahraga, mulailah secara perlahan dengan menambahkan aktivitas fisik sederhana yang dapat Anda lakukan seperti perbanyak jalan kaki atau membiasakan naik tangga dibangingkan dengan naik lift atau eskalator.

    4. Menurunkan Berat Badan
    Pria yang menderita kelebihan berat badan (obesitas) memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Itulah sebabnya, bila ingin menurunkan risiko kanker prostat, sebaiknya segera menjaga pola makan dan mengikuti program diet sehat untuk menurunkan berat badan.

    5. Konsumsi Brokoli dan Sayuran Kaya Antioksidan
    Sayuran dan buah-buahan adalah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayur dan buah diperkaya dengan kandungan antioksidan yang menghambat pertumbuhan sel kanker. Satu di antara jenis sayuran dengan kandungan antioksidan tinggi adalah brokoli. Untuk bisa membantu mengurangi risiko kanker prostat, konsumsi brokoli secara rutin atau jenis sayuran kaya antioksidan lainnya.

    6. Batasi Konsumsi Daging dan Susu
    Daging merupakan sumber protein yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, mengonsumsi daging berlebihan justru menjadi pemicu kanker yang banyak dialami penderita di luar sana. Selain daging, susu juga termasuk dalam kategori makanan yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan oleh pria.

    7. Rutin Ejakulasi
    Penelitian terbaru membuktikan bahwa melakukan ejakulasi secara rutin justru dapat menurunkan risiko seorang pria terkena kanker prostat. Ejakulasi bisa mengurangi penumpukan sperma yang berakibat pada rusaknya sel sperma dan pembekuan sel sperma tersebut.

    8. Batasi Konsumsi Vitamin E dan Suplemen
    Seperti halnya daging dan susu yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh, vitamin E atau jenis suplemen pelengkap juga menjadi kebutuhan tubuh agar tetap sehat. Akan tetapi, pada penelitian membuktikan bahwa beberapa orang dengan konsumsi vitamin E serta suplemen berlebihan justru berisiko menderita kanker, termasuk kanker prostat.

    Dengan melakukan cara mencegah kanker prostat di atas, diharapkan Anda dapat terhindar dari penyakit berbahaya ini. Jangan tunda untuk mulai menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.