Tren Investasi, Alasan Utama Anak Muda Pilih Reksa Dana

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi berinvestasi. Shutterstock.com

    Ilustrasi berinvestasi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Reksa dana telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di Indonesia. Setidaknya, 1,23 juta masyarakat telah melakukan investasi ini. Menariknya, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juni 2019 menyebutkan bahwa 70 persen dari 1,23 juta masyarakat Indonesia itu adalah anak muda alias berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun.

    Jadi, apa yang menyebabkan anak muda memilih investasi reksa dana daripada jenis lain seperti emas, trading saham atau properti?

    Direktur Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur, mengatakan bahwa pertama, reksa dana sangat mudah bagi pemula.

    “Anak muda baru mau mencoba, jadi reksa dana ini yang paling sederhana untuk mereka,” katanya dalam acara peluncuran Investasikita di Jakarta pada 16 Oktober 2019.

    Dari segi kemudahan, Mauldy mengatakan bahwa reksa dana tidak perlu diawasi. Anak muda yang menggunakannya juga tak membutuhkan kemampuan untuk menganalisa data.

    “Tinggal setor uang saja dan mereka diamkan. Nanti saat butuh, mereka tarik. Semudah itu dan tanpa makan waktu dan belajar data,” tuturnya.

    Mauldy juga menjelaskan bahwa reksa dana dipilih anak muda lantaran tidak memerlukan modal yang besar. Tidak seperti jenis investasi lainnya, reksa dana bahkan bisa dimulai dengan 10, bahkan 50 ribu rupiah.

    “Kalau properti, jelas bisa ratusan juta kan? Reksa dana bisa menyesuaikan pendapatan anak muda. Bahkan 10 ribu juga bisa,” ujarnya.

    Terakhir, Mauldy mengatakan bahwa reksa dana terbukti aman. Sebab, uang yang disimpan tidak akan hilang, walaupun perusahaan reksa dana tutup.

    “Karena perusahaan hanya wadah yang mengelola saja. Tapi uang itu disimpan di bank custody. Jadi aman sekali dan tidak akan hilang uangnya. Anak muda kan sukanya yang dijamin kepastiannya seperti ini,” jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.