Suhu Panas Melanda, Simak Bagaimana Air Lindungi Tubuh

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menghalau sinar matahari dengan tangannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia akan mengalami panas selama kurang lebih satu minggu dengan suhu mencapai 37 derajat Celcius, dikarenakan matahari berada dekat dengan jalur khatulistiwa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Warga menghalau sinar matahari dengan tangannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia akan mengalami panas selama kurang lebih satu minggu dengan suhu mencapai 37 derajat Celcius, dikarenakan matahari berada dekat dengan jalur khatulistiwa. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memperbanyak minum air putih guna menjaga suhu tubuh di tengah fenomena suhu panas di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi suhu yang meningkat ini diperkirakan masih terjadi hingga sepekan ke depan.

    "Komponen paling penting dalam menjaga suhu tubuh adalah air," kata Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. Achmad Yurianto dalam temu media di Kemenkes, Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

    Ia mengatakan secara fisiologis tubuh didesain dengan suhu yang tetap karena metabolisme tubuh akan bekerja pada suhu yang tetap di kisaran 37 derajat Celsius. Dalam kondisi apapun, tubuh akan berusaha mempertahankan suhu tubuh di kisaran tersebut dan komponen paling penting untuk menjaga daya tahan tubuh adalah air.

    Air pada tubuh orang dewasa, katanya, berjumlah sekitar 70 persen dari berat massa tubuh. Sementara itu, pada tubuh anak-anak, persentasenya lebih kecil. "Darah kita, sel kita, otak kita, semuanya isinya air," katanya.

    Oleh karena itu, untuk menjaga suhu tubuh tetap pada kisaran 37 derajat Celsius, terutama ketika terpapar suhu lingkungan yang lebih tinggi dari suhu tubuh, masyarakat diimbau untuk memperbanyak minum air putih.

    Kemudian, Achmad Yurianto juga menyebutkan tiga mekanisme yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan tubuh saat terpapar suhu panas, di antaranya adalah dengan penguapan. "Untuk menjaga tubuh saat suhu panas, maka tubuh meningkatkan penguapan," katanya.

    Air di dalam tubuh akan banyak dikeluarkan oleh tubuh untuk penguapan dalam rangka menjaga suhu tubuh tetap di kisaran 37 derajat Celsius. Mekanisme berikutnya adalah dengan radiasi.

    Panas dipancarkan ke lingkungan sekitar untuk menjaga suhu tubuh. Selain itu, mekanisme hantaran juga dilakukan oleh tubuh untuk menjaga suhu tubuh.

    Untuk mempermudah proses penguapan, radiasi dan hantaran, masyarakat diimbau untuk tidak memakai pakaian ketat atau berbahan nilon, terutama saat terpapar sinar matahari, sehingga suhu panas dalam tubuh dapat ke luar dengan tiga mekanisme tersebut. "Tetapi manakala kita tidak memiliki cadangan air di dalam tubuh, maka penguapan tidak akan terjadi. Apa yang terjadi? Suhu tubuh akan naik," ujarnya.

    Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga suhu tubuh dengan memperbanyak minum air putih sehingga tidak terjadi dehidrasi," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.