Minum Susu Tak Boleh Lebih dari 3 Kali Sehari, Ini Sebabnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak minum susu (Pixabay.com)

    Ilustrasi anak minum susu (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Susu kaya nutrisi sebab dalam segelas susu terdapat zat gizi penting, seperti vitamin B12, vitamin D, asam lemak omega-3, zat besi, kalsium, dan seng. Seluruhnya penting untuk menguatkan tulang, mencerdaskan otak, hingga mencegah anemia. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi susu dengan bebas untuk mendapatkan manfaat positif itu.

    “Susu hanya diperbolehkan maksimal sebanyak tiga kali dengan porsi masing-masing 150 mililiter,” kata Pakar Gizi Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, dalam acara "FFI MilkVersation" di Jakarta pada 4 November 2019.

    Mengapa hanya dibatasi tiga gelas sehari? Sebab, menurut Saptawati, minum susu di atas ambang batas itu justru menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah pengeroposan tulang yang semakin cepat terjadi.

    “Kita tahu kalau susu baik untuk menguatkan tulang, kan? Kalau berlebihan, kandungan kalsium itu justru terurai dan tidak bisa diserap tubuh. Akibatnya osteoporosis semakin cepat dialami,” jelasnya.

    Penyakit kardiovaskular juga bisa dialami jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi susu. Saptawati mengatakan bahwa ini disebabkan oleh kandungan susu yang tinggi lemak.

    “Apalagi full cream, itu lemaknya paling tinggi. Kalau diminum terlalu banyak, lemak akan sulit dicerna dan bisa mengganggu jantung,” ungkapnya.

    Obesitas menjadi alasan lain untuk tidak terlalu banyak meminum susu sebab, seperti yang diketahui, selain tinggi lemak susu juga terkenal tinggi gula. Akibatnya, seseorang yang ingin diet dan mengonsumsi susu justru berat badannya semakin bertambah.

    “Banyak yang takut gendut kan? Ini dampak lain kalau kalian suka minum susu, jadi obesitas,” katanya.

    Terakhir, alergi dengan tanda-tanda mencret, sembelit kronis, dan anemia bisa dialami. Saptadewi mengatakan bahwa ini disebabkan oleh konsumsi susu yang berlebihan bisa membuat kadar antibodi susu sapi pada darah menjadi lebih tinggi.

    “Awalnya biasa saja dan jadi alergi, kan tidak enak. Apalagi anak-anak yang banyak membutuhkan nutrisi. Jadi, disesuaikan maksimal tiga gelas sehari saja,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.