Berminat Ikuti Diet Militer? Intip Risikonya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaDiet militer adalah diet untuk menguruskan berat badan, yang diklaim membantu mengurangi bobot hingga 4,5 kilogram (10 pon) selama satu sepekan. Diet militer atau military diet sering disebut sebagai diet 3 hari, karena diet ini membutuhkan perencanaan makan rendah kalori, untuk 3 hari.

    Selama 3 hari, orang yang menjalani diet militer hanya mengonsumsi jenis-jenis makanan tertentu, dengan total kalori harian yang dibatasi. Sementara itu, Anda bisa mengonsumsi makanan sehat seperti biasanya, selama sisa 4 hari dalam minggu tersebut.

    Siklus pembagian fase dalam diet militer atau military diet di atas, terus diterapkan, hingga individu yang melaksanakannya mencapai bobot yang diidamkan. Diet ini menggunakan kata ‘militer’, karena pendukungnya mengklaim diet ini dirancang oleh ahli gizi di institusi militer Amerika Serikat. Masih dari klaim pendukungnya, diet militer awalnya bertujuan membentuk badan tentara dan anggota militer menjadi proporsional.

    Walau begitu, klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

    Dalam prinsip diet militer, jumlah kalori yang diperbolehkan untuk masuk ke tubuh selama 3 hari yaitu 1.100-1.400 kalori, tiap harinya. Rentang kalori ini berada di bawah kebutuhan kalori harian orang dewasa rata-rata. Selama 3 hari dalam diet militer, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Beberapa jenis makanan yang diperbolehan dalam diet militer seperti pisang, roti gandum utuh dalam porsi sedikit, wortel, kopi, telur, anggur, hot dogs, es krim, daging, biskuit asin, teh, tuna.

    Sementara itu beberapa jenis makanan, yang jadi pantangan dalam diet militer adalah pemanis buatan, krimer, jus buah, susu, jeruk, dan gula.

    Belum banyak studi ilmiah yang membuktikan keberhasilan diet militer. Walau begitu, untuk jangka pendek, diet militer memang berpotensi untuk menurunkan berat badan. Sebab, diet militer ini membatasi kalori yang masuk ke tubuh. Namun, diet militer tidak mampu untuk mempertahankan bobot yang turun tersebut, karena tidak berakar pada perubahan kebiasaan makan.

    Berat badan yang turun selama menerapkan diet ini, sebagian besar dipicu oleh hilangnya air dari badan Anda, bukan lemak. Anda juga berisiko untuk kembali mengalami kenaikan berat badan, setelah berhenti menjalani diet militer.

    Untuk menurunkan bobot dalam waktu singkat, diet militer dapat membantu. Akan tetapi, diet militer diet bukanlah metode yang tepat untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan.

    Terlihat menggiurkan, diet militer tetap memiliki sejumlah potensi risiko dan bahaya. Salah satu potensi risiko tersebut, adalah minimnya nutrisi yang masuk ke tubuh, termasuk serat, vitamin, dan zat mineral. Semua nutrisi tersebut dibutuhkan dalam fungsi tubuh yang normal. Beberapa makanan dalam diet militer juga mengandung garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi. Misalnya, hot dogs mengandung lemak jenuh dan garam yang tinggi. Kedua zat tersebut, meningkatkan risiko Anda terhadap penyakit jantung.

    Menurunkan 4,5 kilogram dalam satu pekan, juga meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit batu empedu. Batu empedu adalah material mirip batu, yang terbentuk dari kolesterol di kantung empedu tubuh. Kondisi ini dapat terjadi, karena organ hati melepaskan kolesterol tambahan ke empedu, saat terjadi penurunan bobot yang drastis. Penurunan bobot yang sehat pun sebenarnya berada di rentang 0,5-0,9 kilogram, dalam satu pekan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.