Kata Peneliti, Cinta Bikin Panjang Umur. Cek Dampak Sehat Lainnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan. Unsplash.com/Annette Sousa

    Ilustrasi pasangan. Unsplash.com/Annette Sousa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecanduan cinta atau muak karena cinta, sulit rasanya untuk tidak memikirkan hubungan asmara dan dampaknya. Masa-masa susah dan senang selalu ada hikmahnya.

    Lebih dari itu, hubungan cinta ternyata berdampak baik buat kesehatan. Berikut lima manfaatnya menurut Live Science.

    1. Masalah mental berkurang
    Dua orang yang dimabuk asmara biasanya saling tergila-gila. Dan ternyata hal itu membuat masalah mental mereka lebih sedikit daripada yang menjomblo. Begitu hasil penelitian dari Universitas Negeri Florida di Amerika Serikat pada 2010 yang melibatkan 1.621 mahasiswa. Tren berlanjut hingga usia lebih matang. Laki-laki dan perempuan yang melajang lebih rentan terserang depresi, kegelisahan, gangguan suasana hati, masalah adaptasi, rentan bunuh diri, dan aneka masalah psikologis lain.

    2. Mengurangi rasa sakit
    Kita pasti tahu lagu balad legendaris “Love Hurts” dari grup rock Nazareth. Padahal, faktanya cinta itu tidak membuat sakit tapi sebaliknya. Sebuah penelitian yang dimuat di jurnal PLoS ONE pada 2010 mempelajari kaitan antara rasa sakit yang reda, perasaan romantis, dan aktivasi sistem penghargaan di otak setelah meneliti 15 mahasiswa yang mengaku rasa sakit di telapak tangan mereka akibat memegang bata panas berkurang setelah melihat foto orang-orang yang mereka sayangi. Ketika diperlihatkan foto-foto orang lain yang tak kalah menarik, rasa sakit ke-15 mahasiswa itu tak berkurang.

    3. Meredakan stres
    Rasanya memang mudah memprediksi, hubungan yang sehat tanpa drama akan mengurangi stres. Hasil penelitian juga menunjang prediksi tersebut. Banyak penelitian yang mendapati hidup melajang lebih rentan terhadap masalah psikologis dibandingkan mereka yang menikah atau memiliki hubungan asmara yang sehat. Status punya pasangan akan mempengaruhi produksi kortisol atau hormon stres. Begitu hasil penelitian tim Universitas Chicago di Amerika Serikat pada 2010.

    4. Lebih panjang umur
    Banyak juga penelitian yang menyebutkan mereka yang hidup melajang memiliki kemungkinan mati lebih muda dibanding yang menikah. Sebuah penelitian di Biro Sensus Amerika menyebutkan dari 281.460 orang berumur di atas 45 tahun, yang tidak menikah memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Hasil yang sama juga disebutkan di Britania Raya, Swedia, Denmark, dan Belanda.

    5. Bahagia
    Pasangan dengan hubungan yang sehat mengaku mereka sangat bahagia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melihat wajah pasangan yang sangat dicintai, maka area-area tertentu di otak pun ikut bereaksi, misalnya di area penghasil dopamin. Begitu menurut penelitian yang dimuat di Journal of Neurophysiology pada 2005.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.