Duduk Terlalu Lama, Kanker dan Diabetes pun Mengintai

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi duduk (pixabay.com)

    Ilustrasi duduk (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pekerja umumnya akan menghabiskan banyak waktu untuk duduk sambil mengerjakan tugas. Sayangnya, duduk dengan waktu yang lama akan menimbulkan banyak masalah kesehatan.

    Dilansir Webmd dan Healthline, berikut empat penyakit yang akan timbul jika duduk terlalu lama.

    #Penyakit jantung
    Para ilmuwan di Amerika telah melakukan penelitian kepada supir bus yang duduk hampir sepanjang hari dengan satpam yang selalu berdiri. Hasilnya menunjukan bahwa mereka yang duduk akan memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dibandingkan yang lebih sering berdiri.

    #Menaikkan risiko diabetes
    Jika terlalu lama duduk, Anda akan memiliki risiko tinggi untuk mengalami diabetes karena lebih sedikit kalori yang dibakar saat duduk. Para ahli medis juga menunjukkan bahwa duduk dapat merusak cara tubuh bereaksi terhadap insulin, yaitu hormon yang membantu membakar gula dan karbohidrat untuk energi.

    Ilustrasi duduk (pixabay.com)

    #Terserang DVT
    Deep vein thrombosis alias DVT adalah gumpalan yang terbentuk di kaki akibat duduk diam yang terlalu lama. Ini dapat menimbulkan masalah yang lebih serius jika gumpalan itu terlepas dan bersarang di paru-paru. Anda mungkin merasakan pembengkakan dan sakit, tetapi beberapa orang tidak memiliki gejala. Itu sebabnya merupakan ide bagus untuk mengurangi waktu duduk.

    #Risiko kanker
    Meski harus diteliti lebih lanjut, para ahli menyimpulkan bahwa duduk terlalu lama juga berkaitan dengan kanker usus besar, endometrium, atau paru-paru. Semakin lama duduk, semakin tinggi pula peluangnya. Wanita yang lebih tua juga memiliki kemungkinan kanker payudara yang lebih tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.