Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Khasiat Akar Kuning yang Dipakai Orang Utan untuk Obati Luka

image-gnews
Seekor orangutan sumatera jantan bernama Rakus, dengan luka di wajah di bawah mata kanan, di penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan. Gambar diambil 23 Juni 2022. Armas/Max Planck Institute of Animal Behavior/Handout via REUTERS
Seekor orangutan sumatera jantan bernama Rakus, dengan luka di wajah di bawah mata kanan, di penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan. Gambar diambil 23 Juni 2022. Armas/Max Planck Institute of Animal Behavior/Handout via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Juni 2022 lalu seorang peneliti di Suaq Belimbing, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh Selatan menemukan seekor orang utan yang bisa mengobati lukanya dengan tanaman daun akar kuning. Primata cerdas itu dipergoki ketika sedang mengobati luka di bawah matanya menggunakan tumbuhan tersebut. Daun akar kuning memang dikenal memiliki efek penyembuhan luka secara alami. Selain itu, daun ini juga mampu digunakan sebagai obat atasi diare, disentri, malaria, penyakit kulit, diabetes, hingga penyakit liver.

Dilansir dari news.unair.ac.id, daun akar kuning setelah dilakukan eksperimen dengan mengambil ekstraknya ternyata memiliki kemampuan untuk menghentikan aktivitas mikroba Enterococcus faecalis dan cepat membuat regenerasi sel baru dalam tubuh.

Hal inilah yang membuat akar kuning populer sebagai obat alami pemulih luka yang berkhasiat. Akar kuning berasal dari tanaman suku Menispermaceae yang tumbuh melilit dengan tumbuhan lain di sekitarnya. Tumbuhan ini mudah ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, di Indonesia, tumbuhan ini banyak terdapat di hutan terutama Provinsi Aceh.

Dilansir dari buku Tumbuhan Obat Indonesia: Penggunaan dan Khasiatnya karya Supriadi, akar kuning dikenal memiliki nama daerah, misalnya areuy ki koneng (Sunda), tali kuning (Melayu), wali atau wari bulan (Ambon) dan lainnya. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya. 

Dikutip dari buku Seni dan Budaya dalam Pengobatan Tradisional Banjar, karya Ahmad Fadillah, di Kalimantan, tumbuhan akar kuning banyak dimanfaatkan secara tradisional oleh etnis Dayak, Banjar, dan Kutai untuk mengobati sejumlah penyakit, seperti malaria, hepatitis, dan kencing manis. Khasiat itu dibuktikan berbagai penelitian yang menyebutkan akar kuning mengandung senyawa kimia yang berperan sebagai hepatoprotektor, antibakteri, antimalaria, dan antikanker. 

Akar kuning memiliki sistem reproduksi yang terbilang lambat dan untuk tindakan budidayanya sulit dilakukan. Oleh karena itu, banyak orang yang memburu tanaman ini untuk dijual ke tengkulak dengan harga tertinggi. Tumbuhan yang memiliki nama latin Arcangelisia flava (L) ini, memiliki sejumlah kandungan penting untuk berbagai kesehatan, di antaranya: 

1. Antikanker, adalah berberin dan antiproliferasi di mana kedua senyawa tersebut tergolong ke dalam senyawa alkaloid yang membawa khasiat menghambat perkembangan kanker dalam sel tubuh manusia.

2. Penyembuh penyakit liver melalui kandungan sentawa alkaloid dan tanin. Seperti yang telah disebutkan di atas kemampuan daun akar kuning juga bisa menyembuhkan penyakit liver yang mampu memperbaiki fungsi hati dengan menurunkan kadar serum transminase dan bilirubin.

3. Efek antimalaria, kandungan alkaloidnya yang aktif ampuh untuk melawan malaria, biasanya pasien yang terkena malaria akan direbuskan daun akar kuning untuk kesembuhannya.

4. Antibakteri, adanya senyawa kimia selain alkaloid yakni tanin serta flavonoid mampu membunuh aktivitas bakteri. Pembuktiannya telah dilakukan dengan menggunakan bakteri E. coli, S. aureus, dan S. pyogenes yang menunjukkan hasil mampu membendung aktivitas bakterinya. 

5. Antiparasit, di daerah pedalaman akar kuning seringkali dimanfaatkan untuk membunuh cacing parasit yang menginfeksi tubuh dan menyebabkan sakit seperti demam, diare, dan sebagainya.

6. Memproduksi insulin, salah satu masalah yang dihadapi oleh penderita diabetes adalah masalah produksi hormon insulin yang terhambat. Dengan akar kuning hormon tersebut diperbaiki melalui sel-sel pankreas dalam hati.

MELINDA KUSUMA NINGRUM | YUDONO YANUAR

Pilihan Editor: 5 Fakta Orang Utan, Hewan Tercerdas yang Mirip Manusia 

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mewaspadai Diabetes Melitus dengan Memahami 3P

20 menit lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Mewaspadai Diabetes Melitus dengan Memahami 3P

Penderita Diabetes Melitus umumnya mengalami gejala yang dikenal sebagai 3P, yaitu poliuria, polidipsia, dan polifagia.


Penderita Diabetes Boleh Makan Nasi dan Seafood, Ahli Gizi Sebut Syaratnya

2 hari lalu

Ilustrasi Nasi Ulam. Foto: Cookpad/Keinara FR
Penderita Diabetes Boleh Makan Nasi dan Seafood, Ahli Gizi Sebut Syaratnya

Ahli gizi menepis mitos gizi terkait penderita diabetes tidak boleh makan nasi sepenuhnya, juga seafood. Boleh dimakan tapi ada syaratnya.


Saran Konsumsi Buah buat Penderita Diabetes dari Ahli Gizi

2 hari lalu

Ilustrasi buah-buahan/ toko buah. REUTERS/Lucas Jackson
Saran Konsumsi Buah buat Penderita Diabetes dari Ahli Gizi

Penderita diabetes diminta tidak berlebihan mengonsumsi buah karena bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah.


Apakah Penderita Diabetes Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya

3 hari lalu

Gejala diabetes pada anak di antaranya adalah sering haus dan sering pipis. Kenali gejala lainnya agar mendapatkan penanganan yang tepat. Foto: Canva
Apakah Penderita Diabetes Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya

Apakah penderita diabetes bisa sembuh? Berikut penjelasan dari dokter serta beberapa tips untuk menurunkan kadar gula darah.


Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

3 hari lalu

ilustrasi diabetes (pixabay.com)
Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

Hipertensi dan diabetes melitus menduduki peringkat lima besar penyakit tidak menular di Indonesia. Berikut cara UI memberi edukasi pada masyarakat.


IDAI Minta Orang Tua Perhatikan Gejala Diabetes pada Anak

4 hari lalu

Ilustrasi diabetes (pixabay.com)
IDAI Minta Orang Tua Perhatikan Gejala Diabetes pada Anak

Kurangnya edukasi tentang diabetes pada anak membuat pasien datang berobat dalam fase yang sudah lanjut atau koma.


10 Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diwaspadai, Salah Satunya Sering Haus

5 hari lalu

Gejala diabetes pada anak di antaranya adalah sering haus dan sering pipis. Kenali gejala lainnya agar mendapatkan penanganan yang tepat. Foto: Canva
10 Gejala Awal Diabetes yang Perlu Diwaspadai, Salah Satunya Sering Haus

Wajib diwaspadai, berikut ini beberapa gejala awal diabetes yang terjadi pada tubuh. Di antaranya mudah haus dan kesemutan.


6 Manfaat Biji Pepaya bagi Kesehatan

6 hari lalu

Ilustrasi pepaya. Foto: Unsplash.com/Happy Surani
6 Manfaat Biji Pepaya bagi Kesehatan

Tak hanya buahnya, biji pepaya juga menyimpan beragam manfaat kesehatan bagi tubuh.


Ketua IDAI Paparkan Segala Hal Terkait Diabetes pada Anak

6 hari lalu

Ilustrasi diabetes. Freepik.com
Ketua IDAI Paparkan Segala Hal Terkait Diabetes pada Anak

Ketua IDAI menjelaskan ada pemeriksaan untuk mengetahui tingkat produksi insulin yang bisa dilakukan untuk mengecek status diabetes pada anak.


Seri Diabetes: Ragam 10 Makanan Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

7 hari lalu

Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan. Lalu, berapa kadar gula darah yang normal? Ini informasinya.  Foto: Canva
Seri Diabetes: Ragam 10 Makanan Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Makanan memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur kadar gula darah. Bagi yang menderita diabetes pemilihan makanan tepat sangatlah penting.