Hari Ayah, Sosok Ayah Bisa Bangkitkan Rasa Percaya Diri Anak

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock

    Ilustrasi ayah dan anak. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Ayah Nasional pada 12 November 2019. Selain dekat dengan sang ibu, kedekatan ayah dan anak perempuannya juga diperlukan demi mewujudkan perkembangan optimal bagi sang anak. Sebaliknya, ketidakhadiran atau ketidakpedulian ayah pada anak perempuannya bisa memberikan dampak negatif pada kehidupan sang buah hati. Hal ini jelas berdampak buruk bagi perkembangan anak, terutama secara emosional. Lantas, bagaimana cara membangun kedekatan ayah dan anak perempuannya?

    Beberapa penelitian menunjukkan pentingnya ayah bagi anak pada setiap tahap kehidupannya. Kehadiran, peran, respons, keterlibatan, dan tanggung jawab ayah dianggap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, kesejahteraan, dan perkembangan anak perempuannya.

    Keterlibatan ayah dalam mengasuh anak perempuannya, seperti dilansir SehatQ, juga dapat membuat anak merasa percaya diri, berani mengambil risiko, dan melakukan eksplorasi. Selain itu, anak pun dapat memiliki harga diri yang tinggi, tidak takut akan kegagalan, dan prestasi yang lebih baik.

    Di sisi lain, ketiadaan seorang ayah akan memberikan dampak negatif pada anak perempuannya, seperti memiliki banyak masalah dengan orang lain, sulit menyelesaikan masalah, psikologis yang buruk, cenderung mengalami depresi dan kecemasan, serta banyak mengonsumsi alkohol saat dewasa.

    Ayah memainkan peran kunci dalam perkembangan psikologis anak perempuannya. Sebuah studi menunjukkan anak-anak perempuan yang mengalami depresi, memiliki hubungan yang kurang hangat, kedekatan emosional yang rendah, dan komunikasi bermasalah dengan ayahnya. Oleh sebab itu, seorang ayah harus mampu menyampaikan dukungan, cinta, dan perhatian pada putrinya.

    Kedekatan ayah dan anak perempuannya sangatlah penting. Namun, sebagian ayah mungkin tidak mengerti cara membangun kedekatan yang baik dengan putrinya, apalagi jika sang anak sangat dekat dengan ibunya. Akan tetapi, ubahlah pola pikir tersebut karena putri Anda pun memerlukan kasih sayang dari ayahnya juga.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.