Jadi Minuman Paling Tren, Ini Dampak Negatif Konsumsi Boba

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopi dan teh boba masih jadi menu favorit di GoFood. Dok. GoFood

    Kopi dan teh boba masih jadi menu favorit di GoFood. Dok. GoFood

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengonsumsi boba alias bola-bola kecil kenyal dan manis seperti mutiara hitam menjadi salah satu tren di 2019. Menurut Direktur Pusat Informasi Wisata Taiwan di Jakarta, Fanny Low, sebanyak 20 merek boba di Taiwan telah hadir dan diperjualbelikan di Indonesia. Ini termasuk Tiger Sugar, Xing Fu Tang, Koi, Chatime, Gulu Gulu, Kamu Tea, Kokumi hingga Fat Bubble.

    Bahkan, karena minat masyarakat yang tinggi terhadap boba, diselenggarakan pula Boba Fest yang menghadirkan 26 merek yang sudah maupun belum ada di Indonesia. Boba Fest pun berlangsung 25-29 September 2019 di Mal Gandaria City, Jakarta. Fanny juga menjelaskan bahwa ini adalah festival boba kedua yang terselenggara setelah pertama kali diadakan di New York.

    Meski demikian, mengonsumsi boba pun tak boleh berlebihan sebab berbagai dampak negatif berupa masalah kesehatan bisa menyerang. Melansir dari situs The Daily Mail, boba mengandung tinggi gula. Dalam satu sajian boba, terdapat 38 gram gula. Akibatnya, jika terlalu sering mengonsumsinya, risiko diabetes di usia muda pun akan meningkat.

    Selain tinggi gula, boba juga dikenal tinggi kalori. Dalam satu sajian boba setidaknya mengandung 300 kalori. Padahal, asupan kalori setiap hari hanya boleh 1.500-2.000 saja. Dengan mengonsumsi boba, ditambah makanan harian dan ngemil, tentu berisiko menaikkan berat badan. Terlebih jika sedang diet, boba tidak akan membantu proses penurunan berat badan.

    Risiko stroke dan serangan jantung juga tinggi jika terlalu sering mengonsumsi boba sebab banyaknya kandungan gula akhirnya menumpuk pada tubuh, menyebabkan kerusakan dan penyumbatan di saraf sehingga oksigen yang dialirkan ke jantung pun akan terhambat dan menyebabkan masalah.

    Salah satu bukti boba sangat berbahaya bisa dilihat langsung dari kejadian yang menimpa seorang remaja asal Cina. Melansir dari situs Asia One, ia mengalami sembelit selama lima hari karena terlalu banyak minum bubble tea. Ia juga mengeluh sakit perut sehingga tidak bisa makan.

    Pemeriksaan tomografi terkomputerisasi (CT) menunjukkan terdapat bayangan bola tak biasa di perut remaja tersebut. Diduga, itu adalah boba yang tak bisa dicerna oleh tubuh dengan baik lantaran jumlahnya terlalu banyak. Dengan demikian, kita tentu harus waspada sebelum mengonsumsi boba agar dampak buruk tidak menimpa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H