Terkena Percikan Kembang Api saat Tahun Baru? Cebur ke Kolam

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesta kembang api Tahun Baru. Dok Tempo/Pius E

    Ilustrasi pesta kembang api Tahun Baru. Dok Tempo/Pius E

    TEMPO.CO, Jakarta - Besok malam, bertepatan dengan pergantian tahun baru, banyak orang tentu berencana untuk menyalakan atau menonton kembang api. Sayangnya, masih banyak kasus kecelakaan yang terjadi akibat percikan kembang api.

    Sebagai bentuk persiapan, Anda tentu perlu membekali diri dengan berbagai informasi terkait cara mengatasi jika percikan kembang api tak sengaja melukai keluarga atau orang sekitar Anda. Situs Metro.co.uk dan Kids Health pun membagikan tipsnya.

    1. Jangan mengucek mata
    Jika percikan kembang api masuk ke mata, disarankan untuk tidak mengucek mata. Sebab, ini justru bisa menyebabkan goresan dan membuat rasa sakit semakin parah. Sebaliknya, coba basahi mata dengan air agar serbuk bekas kembang api segera mengalir keluar.

    2. Pakai tisu untuk mengambil serbuk kembang api
    Jika membilas mata dengan air tidak berhasil, maka langkah lain yang harus dilakukan adalah dengan mengambil serbuk kembang api dengan tisu. Sebab jika semakin lama dibiarkan, ini bisa membuat mata merah, gatal dan iritasi.

    3. Tutupi mata dan bawa ke dokter
    Apabila semua cara tak kunjung membuahkan hasil, cara terakhir tentu dengan bantuan dari tenaga kesehatan. Sembari menuju rumah sakit terdekat, coba tutupi mata Anda dengan baik atau kertas. Tujuannya agar meminimalisir serbuk dari percikan kembang api lainnya ke mata Anda.

    4. Melepas pakaian
    Jika percikan api mengenai pakaian Anda, hal melepas baju atau celana tentu harus segera dilakukan. Sebab, api bisa semakin membesar dan perlahan mengenai kulit Anda. Alternatif lain, menceburkan diri ke kolam air yang terdekat juga sangat disarankan untuk memadamkan api.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | METRO.CO.UK | KIDSHEALTH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.