Awas Leptospirosis Pasca Banjir, Ini Kata Menkes Terawan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tikus. REUTERS

    Ilustrasi tikus. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir yang melanda berbagai daerah, termasuk Jakarta, menyisakan banyak hal, meski sudah surut, termasuk penyakit. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebutkan saat ini masih banyak korban banjir yang mengeluhkan berbagai jenis gejala dan penyakit.

    Ditemui di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Januari 2020, seusai melakukan tinjauan di kawasan Cengkareng, sehari sebelumnya, Terawan menuturkan masih banyak warga yang mengeluhkan gejala kelelahan dan sakit perut.

    "Ada yang kelelahan, ada yang mulai mulas perutnya, diare, tapi kan kita sudah ada pendampingan. Jadi memang apa yang kita prediksi setelah hari ketiga akan dimulai. Makanya, pusat krisis kita gerakan," ujar Terawan.

    Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto tersebut menilai keluhan masyarakat saat ini bukanlah wabah namun kondisi dampak banjir.

    "Apa yang disebut wabah itu berbeda dengan ini, kita anggap saja ini adalah kondisi dampak dari banjir sehingga muncul persoalan di pencernaan, karena itu air bersih dan sebagainya kita sudah koordinasikan supaya bisa dipenuhi," ungkapnya.

    Sejauh ini, Terawan menyebut pihaknya memusatkan perhatian pada penyakit leptospirosis akibat banyaknya bangkai tikus yang bertebaran di kawasan yang terdampak banjir.

    "Penyakit pencernaan leptospirosis karena kita lihat bangkai tikus banyak. Saya kemarin meninjau itu, saya melihat langsung. Sumber-sumber air, misalnya sumur yang tenggelam, itu harus segera kita surveillance, skrining, kita awasi terus daerah ,itu juga harus segera dapat terpenuhi masalah kebutuhan air bersih," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.