Pemeriksaan Kesehatan Dianggap Mahal? Utamakan Ini Agar Murah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cek kesehatan (Pixabay,com)

    Ilustrasi cek kesehatan (Pixabay,com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Medical check up atau pemeriksaan kesehatan adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Sebab melalui tes ini, berbagai masalah kesehatan dan penyakit bisa diatasi dan dicegah sedini mungkin.

    Sayangnya, banyak tes kesehatan yang mahal sehingga masyarakat enggan menjalankannya. Untuk mengatasi hal ini, dokter spesialis penyakit dalam Laurentius Aswin Pramono mengatakan bahwa tidak semua paket wajib dipilih.

    Ia menerangkan bahwa paket sederhana yang termasuk cek gula darah, hipertensi, kolesterol sajalah yang penting. Khususnya untuk perempuan, tambahan Ultrasonography (USG) payudara dan pap smear juga dihimbau. “Hanya paket dasar itu saja sebenarnya yang paling penting, sisanya tidak perlu dilakukan kalau belum perlu,” katanya dalam acara Prudential Indonesia Luncurkan PRUTotal di Jakarta pada 13 Januari 2020.

    Dari segi pembiayaan, paket tersebut hanya memakan biaya sebesar satu juta rupiah saja. Sedangkan untuk wanita, tambahan biaya USG payudara seharga Rp 500 ribu dan pap smear seharga Rp 400 ribu juga dibutuhkan. “Ini bisa dilakukan di rumah sakit manapun,” katanya.

    Untuk usia, medical check up atau pemeriksaan kesehatan disarankan agar dikerjakan oleh pria maupun wanita dengan usia 25 tahun atau sudah kuliah. “Kita harus mulai ambil rutin pemeriksaan kesehatan setahun sekali. Tentu lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi kita tahu kondisi kesehatan sebelum sesuatu terjadi di tubuh kita,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?