Makanan Organik Merangsang Pertumbuhan Bakteri Baik di Usus

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    Ilustrasi anak makan buah dan sayur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon mengatakan asupan pangan organik sangat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Saat usia 0 – 6 bulan, bayi mendapat ASI eksklusif. Setelahnya, ia perlu mendapat tambahan asupan nutrisi. Ini harus sangat diperhatikan, terutama dalam 2 tahun pertama yang merupakan periode emas tumbuh kembang anak.

    Bahan makanan organik tidak mengandung pestisida dan pupuk sintetis. “Kita ingin menghilangkan zat-zat tersebut, sehingga tidak ada residu pestisida dalam makanan atau minuman anak. Dan yang pasti, kita juga ingin menghindari paparan hormon pertumbuhan. Sebisa mungkin kita hindari bahan-bahan seperti ini sejak dini,” kata Lucia dalam acara Gizi Optimal untuk Generasi Milenial bersama Produk Puregrow Organic Arla di Jakarta pada 23 Januari 2020.

    Hormon pertumbuhan kerap digunakan pada hewan, untuk merangsang produksi susu sapi yang lebih banyak. Hormon itu juga bisa membuat ayam jadi lebih gemuk. Keunggulan makanan organik antara lain, adalah kadar antioksidannya lebih tinggi, karena tidak ada interaksi dengan bahan kimia berbahaya. Hewan yang mengonsumsi makanan organik memiliki kandungan asam linoleat dan omega-3 lebih tinggi. “Ini membuat daya tahan tubuh anak lebih baik,” kata Lucia.

    Makanan organik juga merangsang pertumbuhan bakteri bermanfaat di usus. “Awalnya, 70 persen imunitas berada di usus. Bila usus sehat, daya tahan anak pun baik,” kata Lucia. Keseimbangan bakteri usus juga akan membuat gut-brain axis terbentuk dengan baik, sehingga fungsi kognitif anak pun turut membaik.

    Makanan organik termasuk susu, memiliki rasa alami dan segar. Susu alami bisa membuat anak-anak menyukainya. Meski tanpa tambahan gula dan perisa, susu sebenarnya sudah memiliki rasa yang enak. “Gula tambahan dan perisa akan membuat anak terbiasa dengan rasa manis. Saat besar nanti, dia akan terus mencari rasa yang makin manis,” lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.