Sereal dan 3 Makanan Ini Tak Disarankan untuk Sarapan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

    Ilustrasi sarapan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat pagi hari, kita membutuhkan asupan gizi sebelum memulai aktivitas. Karena padatnya jadwal dan alasan lain, banyak orang tak sempat mengonsumsi nasi dan memilih makanan instan.

    Sayangnya, beberapa makanan cepat saji tersebut justru tidak disarankan untuk dikonsumsi lantaran berbagai dampak buruk yang bisa terjadi. Melansir dari Health Line dan Boldsky, berikut empat jenis makanan yang harus dihindari saat sarapan.

    Sereal
    Ini adalah makanan utama yang paling sering dikonsumsi banyak orang di pagi hari sebab cukup menuang sereal dan susu, Anda pun bisa dengan cepat mengonsumsinya. Sayangnya, sereal tidak disarankan untuk dimakan sebagai sarapan. Sebuah penelitian di 2011 oleh Environmental Working Group (EWG) membuktikan bahwa sereal hanya mengandung tinggi gula. Itu berarti, risiko diabetes dan obesitas sangat mungkin dialami dalam jangka panjang.

    Wafel dan panekuk
    Wafel dan panekuk menjadi makanan favorit lain untuk sarapan. Meski dikenal tinggi protein, makanan itu terbuat dari tepung, gula, susu, dan telur. Itu berarti, wafel dan panekuk sangat tinggi gula. Layaknya sereal, Asosiasi Jantung Amerika mengatakan mengonsumsinya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

    Roti panggang dengan margarin
    Membuat roti panggang dengan olesan margarin memang tidak membutuhkan waktu lama. Tak heran, banyak orang memilihnya sebagai makanan saat sarapan. Sayangnya, roti panggang mengandung sedikit serat dan nutrisi. Ini bisa membuat lebih cepat lapar dan pada akhirnya menaikkan berat badan karena konsumsi makanan selanjutnya yang berlebihan. Pada margarin, terdapat pula lemak jahat yang bisa meningkatkan risiko kolesterol.

    Jus buah
    Jus buah memang sering menjadi pilihan untuk pengganti sarapan. Sayangnya, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa jus buah dikenal tinggi gula dan rendah serat buah. Akibatnya bisa menyebabkan gula darah naik dengan sangat cepat karena tidak ada lemak atau serat yang memperlambat penyerapan. Lonjakan insulin yang dihasilkan dan penurunan gula darah juga dapat membuat Anda merasa lelah, gemetar, dan lapar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.