Big Bad Wolf Buka 24 Jam, Alasan Pengunjung Datang Tengah Malam

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah memilah buku-buku untuk dibeli yang dipamerkan pada Big Bad Wolf (BBW) 2020 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Pengunjung tengah memilah buku-buku untuk dibeli yang dipamerkan pada Big Bad Wolf (BBW) 2020 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Bazar buku tahunan Big Bad Wolf kembali digelar pada 6-16 Maret 2020 di BSD, Tangerang Selatan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para pecinta buku bisa membeli segala jenis bacaan tanpa batas waktu alias 24 jam.

    Dengan dibukanya bazar nonstop ini, tak sedikit orang yang memilih untuk membeli buku pada malam bahkan hingga pagi hari. Salah satu di antaranya adalah Alrosa Fahri. Ia mengaku berbelanja di luar jam normal memang lebih dipilihnya lantaran beberapa alasan, salah satunya kesempatan melihat buku dengan lebih luas.

    “Di sana dijual banyak sekali buku, tentu diperlukan waktu berjam-jam untuk melihat dan mencermati satu per satu,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Senin, 9 Maret 2020.

    Pria berusia 30 tahun itu juga mengaku bahwa jam-jam ideal biasanya akan dipenuhi dengan banyak pengunjung. Hal ini menyebabkan Alrosa kesulitan untuk bermobilitas.

    “Untuk masuk ke hal saja antre di pintu luarnya luar biasa, sudah seperti nonton konser. Belum lagi membayarnya dibuat mengular. Kurang nyaman,” tegasnya.

    Sama seperti Alrosa, Gemma Purbaya juga memilih untuk berbelanja buku dari malam hingga pagi hari. Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan lantaran memilih buku membutuhkan ketenangan.

    “Di sana ada sampel buku. Kalau peak hours, pasti merasa diburu-buru karena banyak yang mau baca. Malam ke pagi kan lebih bebas,” ungkapnya.

    Menambahkan alasannya, wanita berusia 25 tahun itu mengatakan ia memang insomnia sehingga memanfaatkan waktu untuk membeli buku saat tidak bisa tidur pun dilakukannya.

    “Daripada di rumah hanya diam-diam saja, lebih baik hunting bacaan,” tegasnya.

    Adapun Alrosa memilih buku-buku fiksi ilmiah seperti Star Wars Ultimate Guide dan beberapa buku mewarnai dan buku anak-anak buat sepupu dan keponakan. Sedangkan Gemma lebih menyukai buku sejarah, novel humor, dan anatomi manusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.