Wabah Virus Corona, Alasan di Balik Pentingnya Social Distancing

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang di rangkaian gerbong kereta MRT, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. Sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19, pemerintah telah memberikan arahan kepada seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan praktik

    Penumpang duduk di bangku yang telah diberi stiker panduan jarak antarpenumpang di rangkaian gerbong kereta MRT, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020. Sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19, pemerintah telah memberikan arahan kepada seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan praktik "social distancing" atau menjaga jarak sosial dalam kegiatan sehari-hari. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus corona baru atau COVID-19 di seluruh dunia terus meningkat setiap hari. Para ahli meyakini tindakan pembatasan jarak sosial (social distancing) menjadi kunci pencegahan penyebaran virus.

    Dalam kasus virus corona, apa yang disebut sebagai jarak sosial didefinisikan sebagai jarak pembatas setidaknya sekitar 2 meter dari orang lain. Implementasinya, bisa berdampak luas, mulai dari jarak perorangan hingga menghindari pertemuan massal.

    Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk meratakan kurva atau mencegah lonjakan drastis kasus infeksi baru dalam periode yang singkat. Dengan langkah ini, orang bisa menghindari sumber penyakit dan mengurangi pasien di fasilitas kesehatan.

    “Jumlah kasus COVID-19 meningkat dengan cepat di seluruh negeri, bahkan ketika kota-kota sudah menjadi sangat sepi dan pusat kota seolah tidak berpenghuni di tengah hari,” kata Michael Grosso, kepala petugas medis di RS Huntington New York, Amerika Serikat, seperti dikutip Healthline.

    Untuk memahami seberapa pentingnya tindakan social distancing dalam konteks kondisi saat ini, perlu dipahami terlebih dulu kenapa jumlah kasus virus corona di dunia meningkat dengan pesat. Salah satu alasannya adalah karena penyedia layanan kesehatan mulai mendapatkan akses ke lebih banyak persediaan pengujian atau alat tes. Sebagian besar tes di dunia kini telah dilakukan dalam dua minggu terakhir.

    “Ketika kemampuan pengujian menjadi lebih tersedia, kami akan menguji orang-orang dengan gejala yang jauh lebih ringan, tidak hanya yang sudah terlihat jelas gejalanya,” kata Eric Cioe-Pena, direktur kesehatan global di Northwell Health.

    Sementara, alasan kedua kenapa angka kasus virus corona terus meningkat adalah karena masa inkubasi virus, yakni 2 minggu. Ini berarti butuh waktu yang sama setelah orang terinfeksi hingga menunjukkan gejala.

    Dengan demikian, penting untuk disadari bahwa kendati seseorang merasa baik-baik saja, tetapi sebenarnya bisa jadi dia merupakan pembawa virus yang juga bisa menularkannya kepada orang lain. Infeksi awalnya jadi sulit diketahui karena butuh waktu lama hingga gejala muncul. Oleh sebab itu, menjaga jarak sosial menjadi langkah strategis yang bisa dilakukan,

    “Kami tidak berharap melihat langsung hasil dari tindakan social distancing. Tapi, itu akan mengurangi transmisi yang sedang berlangsung,” kata Vanessa Raabe, spesialis penyakit infeksi dan imunologi di New York University Langone Health.

    Adapun, selain social distancing, upaya perorangan yang bisa dilakukan untuk turut serta mencegah penyebaran virus corona baru ini adalah dengan rajin mencuci tangan serta membersihkan barang yang sering digunakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.