Pandemi Corona, Pasokan Kondom Dunia jadi Berkurang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kondom. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    Ilustrasi kondom. Sumber: Pixabay/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasokan kondom di dunia berkurang drastis saat lockdown diberlakukan di berbagai belahan dunia akibat merebaknya virus corona baru (COVID-19).

    Produsen kondom terbesar di dunia asal Malaysia, Karex Bhd berhenti memproduksi kondom di tiga pabriknya di Malaysia lebih dari seminggu karena aturan lockdown yang diberlakukan pemerintah.

    Saat ini, ada kekurangan 100 juta kondom yang dijual di pasar global dengan merek-merek seperti Durex, yang dipasok ke sistem perawatan kesehatan negara seperti NHS Inggris atau didistribusikan oleh program bantuan seperti Dana Populasi PBB.

    Perusahaan akhirnya diberi izin untuk memulai kembali produksi pada hari Jumat, tetapi dengan hanya 50 persen dari tenaga kerjanya, di bawah pengecualian khusus untuk industri kritis. "Ini akan membutuhkan waktu untuk memulai operasional pabrik dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan pada setengah kapasitas," kata kepala eksekutif, Goh Miah Kiat, Reuters.

    "Kita akan melihat kekurangan global kondom di mana-mana, yang akan menakutkan," katanya. Ia khawatir untuk berbagai program kemanusiaan seperti di Afrika, kekurangan kondom bisa terjadi selama dua pekan atau sebulan. "Kekurangan itu bisa berlangsung berbulan-bulan," lanjutnya.

    Malaysia adalah negara yang terkena dampak corona di Asia Tenggara, dengan 2.161 infeksi virus corona dan 26 kematian. Lockdown akan diberlakukan di negara itu setidaknya hingga 14 April.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.