Belajar Tari secara Online untuk Mengisi Waktu di Rumah Saja

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Workshop Tari Bali Online di Omah Budaya Wulangreh, Jumat, 15 Mei 2020. Tempo/Inge Klara Safitri

    Workshop Tari Bali Online di Omah Budaya Wulangreh, Jumat, 15 Mei 2020. Tempo/Inge Klara Safitri

    Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah kegiatan seni dan kebudayaan terhenti. Tak hanya panggung pertunjukan, sanggar-sanggar tari harus menghentikan kegiatannya sementara waktu. Namun, Sanggar Tari Omah Budaya Wulangreh justru menggelar Workshop Tari Sekar Jagat, Jumat, 15 Mei 2020. Lokakarya ini menjadi alternatif untuk pegiat tari tetap beraktivitas meski harus berada di rumah saja.

     

    Pelatihan tari asal Bali dilakukan secara online menggunakan aplikasi confrence call. Salah satu pendiri Omah Budaya Wulangreh, Reny Ajeng, mengatakan penggunaan aplikasi dan perangkat teknologi menjadi salah satu alternatif agar komunitas seni bisa tetap beraktivitas. "Kami memanfaatkan teknologi yang ada, bahkan, kelas tari rutin kami juga tetap berjalan secara online," ujar Reny, kepada Tempo, Jumat.

     

    Saat workshop berlangsung, Pelatih Tari Bali Omah Budaya Wulangreh, Putri Minangsari menari lengkap dengan alunan musik di hadapan kamera laptop untuk memberi contoh kepada peserta workshop. Kemudian, ia memberi gambaran gerakan lebih detail di bagian tangan secara lebih dekat. Di sela-sela itu, peserta juga bisa bertanya dan berdiskusi soal gerakan atau tempo tarian. Workshop pun diakhiri dengan saling sharing dan evaluasi.

     

    Putri mengakui bahwa mengajar secara online lebih sulit daripada mengajar tari dengan metode tatap muka. "Pertama sinyal yang tidak stabil membuat musik yang dipasang delay sampai ke peserta, jadi secara gerakan progresnya pun berbeda-beda," kata perempuan berusia 46 tahun ini.

     

    Untuk mengatasi kurang maksimalnya waktu pengajaran, Putri menambahkan materi teori di balik gerakan tarian Sekar Jagat ini. "Kasih background dan terminologinya begitu," ujarnya. Menurut Putri, mengetahui latar belakang dan sejarah suatu gerakan juga bisa membantu peserta menarikan gerakan tersebut.

     

    Meski digelar secara online, peminat workshop ini cukup banyak. Setidaknya ada 20 peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Rusia, Malaysia dan Uni Emirat Arab. Lovina, salah satu peserta dari Jerman mengaku sangat senang bisa ikut bergabung. Ia bahkan berharap workshop seperti ini diadakan secara rutin. "Baru pertama kali latihan online dan, so far, seru," ujarnya.

     

    Beberapa dari mereka bahkan memang sengaja mencari info kelas tari online. Tujuannya, untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang disenangi selama di rumah saja. "Sampai tanya teman saya yang sering posting latihan tari online dan bagaimana cara joinnya," kata peserta lain bernama Anisa. Menurut perempuan yang kini tinggal di Malaysia, workshop tari secara online memudahkan dia yang tinggal di luar negeri dan ingin belajar tari tradisional Indonesia.

     

     

     

     

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.