Tak Semua Sumber Karbohidrat Buruk, Ini Contohnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi kacang. Unsplash/Maksim Shutov

    ilustrasi kacang. Unsplash/Maksim Shutov

    TEMPO.CO, Jakarta - Karbohidrat sering diklaim bisa menyebabkan berat badan naik. Sebagian orang berpikir untuk membatasi asupan karbohidrat atau mengikuti diet rendah karbohidrat, seperti keto dan diet Atkins.

    Namun, diet rendah karbohidrat ini sama buruknya dengan diet tinggi karbohidrat karena tidak semua karbohidrat sama. Gula memang memperlebar ukuran pinggang, tetapi hal berbeda untuk sumber karbohidrat lain, seperti pati dan serat.

    Jika Anda bertanya-tanya karbohidrat mana yang harus disertakan dalam pola makan, berikut pilihan terbaik yang direkomendasikan oleh ahli diet, seperti dilansir Medical Daily.

    Biji-bijian utuh
    Biji-bijian utuh berbeda dari biji-bijian olahan karena memiliki kulit luar yang menyediakan protein dan serat untuk membantu kenyang dan mengurangi ngemil tidak sehat. Menurut Cleveland Clinic, mengonsumsi biji-bijian mengurangi risiko stroke seraya membantu mengatur tekanan darah dan mengurangi risiko diabetes. Jika ingin memasukkan biji-bijian utuh ke dalam menu makanan, cari roti atau pasta yang merupakan 100 persen gandum utuh. Ingat, terigu hanya mengandung 25 persen gandum utuh. Oat, gandum, dan beras merah dikenal sebagai biji-bijan utuh, cobalah menambahkan ketiganya ke dalam makanan.

    Ubi
    Ubi mengandung vitamin A, B6, dan C. Namun, karena umbi berwarna oranye manis ini memiliki indeks glikemik tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah sementara, yang terbaik adalah memakannya dalam jumlah sedang. Alih-alih memanggang atau menggoreng, Harvard Health menyarankan merebus ubi bersama kulitnya selama sekitar 20 menit untuk mempertahankan kandungan nutrisi.

    Labu
    Labu adalah makanan super yang baik sehingga bisa ditambahkan ke dalam pola makan. Meskipun banyak jenis labu mengandung beberapa gula alami, mereka juga tinggi lutein, yang membantu kesehatan mata. Labu juga mengandung protein dan serat, magnesium, dan kalium yang melindungi tulang.

    Buah-buahan
    Buah-buahan sering dilarang dalam diet rendah karbohidrat karena banyak mengandung karbohidrat dan mengandung gula alami. Namun, ketika dikonsumsi secara keseluruhan daripada dicampur menjadi smoothie atau jus, bahkan sedikit buah baik untuk kesehatan. Menurut Washington Post, makan apel yang tidak dikupas akan menghasilkan sekitar dua kali serat, 25 persen lebih banyak kalium, dan 40 persen lebih banyak vitamin A.

    Kacang-kacangan
    Makanan ini sumber karbohidrat sehat yang dicerna dengan lambat, penuh serat, vitamin, mineral, protein, dan fitokimia," kata ahli diet Sharon Palmer, seperti dilansir Business Insider Australia.

    Fitokimia nabati dalam kacang bertanggung jawab atas warna dan rasanya, membantu mencegah kanker karena dapat mengurangi peradangan tubuh. Kacang hijau, khususnya, mengandung kalium dan protein. Makanan ini juga membantu memperkuat tulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.